Home »

Bali

Tebing Setinggi 20 Meter Longsor Disertai Suara Gemuruh, 12 KK di Desa Demulih Terisolasi

ambrolnya tebing yang terletak di wilayah Banjar Demulih, Desa Demulih, Susut ini mengakibatkan 12 KK di satu pekarangan ikut terisolasi

Tebing Setinggi 20 Meter Longsor Disertai Suara Gemuruh, 12 KK di Desa Demulih Terisolasi
Tribun Bali/M. Fredey Mercury
Tebing longor di Desa Demulih, Susut, Bangli longsor menimpa garasi mobil warga dan mengisolasi 12 KK, Minggu (31/12/2017) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Sebuah garasi beratap seng milik I Wayan Widana terlihat hancur lantaran tertimpa material longsor dari tebing setinggi 20 meter, Minggu (31/12/2017) kemarin.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, meski demikian, ambrolnya tebing yang terletak di wilayah Banjar Demulih, Desa Demulih, Susut ini mengakibatkan 12 KK di satu pekarangan ikut  terisolasi lantaran jalan setapak selebar 1 meter milik warga ikut jebol.

Baca juga: Sepanjang 2017 Bangli Kerap Dilanda Tanah Longsor Hingga 13 Orang Meninggal, Kerugian Rp 72 Miliar

Menurut Nyoman Suryawan, kejadian longsor ini terjadi sekitar pukul 11.00 Wita.

Saat kejadian, kondisi cuaca juga cenderung cerah.

Hanya saja, kala itu pihaknya mendengar suara gemuruh, dan saat dicek, ternyata suara tersebut berasal dari banguan miliknya yang terseret longsor, dan menimpa garasi beratap seng  yang berdiri tepat di bawahnya, serta mengenai bagian depan dan kanan mobil milik I Wayan Widana.

Baca juga: Tren Kriminalitas di Bangli Turun, Tapi Kasus Pencurian Uang Sesari di Pura Ulundanu Batur Ternyata

Diakui Suryawan, tanah tebing di sekitar lokasi bangunannya memang tergolong labil.

Sebab, beberapa kali tanah tebing ini memang sempat longsor.

Hanya saja, material longsor ukurannya kecil.

Di sisi lain, untuk mengatasi ambrol sebelumnya, pihak dia telah melakukan pembetonan dan membuat anak tangga, yang dananya bersumber dari reses DPRD periode 2009-2014. 

“Ini yang paling saya pusingkan, karena jalan setapak yang biasa kami digunakan juga ikut jebol,” ucapnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help