TribunBali/

Kejar UHC, 72 Persen Masyarakat Indonesia Telah Ikut JKN-KIS

Adapun untuk Kedeputian Wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, 37 kabupaten/kota telah melakukan integrasi S

Kejar UHC, 72 Persen Masyarakat Indonesia Telah Ikut JKN-KIS
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Deputi Direksi Wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, Army Adrian Lubis, dalam Public Expose dengan tema ‘Jaminan Kesehatan Semesta Sudah Di Depan Mata’ Selasa, di Denpasar (02/01/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -  Setelah genap 4 tahun implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Tepat pada 31 Desember 2017, jumlah peserta JKN-KIS telah mencapai 187.982.949, sehingga artinya jumlah masyarakat yang mengikuti Program JKN-KIS sekitar 72,9 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Tersisa sekitar 27,1 persen masyarakat, yang belum menjadi peserta JKN-KIS dan diharapkan terpenuhi sesuai target pada 2019 nanti.

Hal ini selaras dengan arah kebijakan dan strategi nasional, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2019, disebutkan terdapat sasaran kuantitatif terkait program JKN-KIS yaitu meningkatnya persentase penduduk yang menjadi peserta Jaminan Kesehatan, melalui Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) Bidang Kesehatan, minimal mencakup 95 persen pada 2019.

“Berbagai strategi dan upaya akan dilakukan, salah satunya melalui dukungan dan peran pemerintah daerah (pemda). Saat ini dukungan tersebut sudah terasa di sejumlah daerah, khususnya dalam upaya memperluas cakupan kepesertaan dengan memastikan seluruh penduduk di wilayah daerah tersebut telah menjadi peserta JKN-KIS atau dengan kata lain tercapainya Universal Health Coverage (UHC),” jelas Army Adrian Lubis, Deputi Direksi Wilayah Bali, NTT, dan NTB di Denpasar, Selasa (2/1/2017).

Pada tahun 2017, kata dia, 95 persen atau 489 kabupaten/kota dari 514 kabupaten/kota telah terintegrasi program JKN-KIS.

Tercatat 3 Provinsi yaitu Aceh, DKI Jakarta, dan Gorontalo, 67 kabupaten, dan 24 kota telah lebih dulu UHC tahun 2018.

Adapun untuk Kedeputian Wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, 37 kabupaten/kota telah melakukan integrasi terhadap program JKN-KIS dengan jumlah peserta 10.695.626 jiwa.

“Sedangkan Kabupaten yang sudah UHC adalah Kabupaten Badung, Lombok Utara, Dompu, Sumbawa Barat, Sumba Barat Daya, Lembata, Sumba Tengah dan Alor dengan jumlah peserta 1.857.465. Terdapat 1 Kabupaten yang dalam proses menuju UHC yaitu Kabupaten Klungkung dengan jumlah peserta 163.776 jiwa,” sebutnya.

Ia berharap ke depannya peran pemda semakin baik, khususnya dari segi komitmen dalam mendaftarkan warganya menjadi peserta JKN-KIS melalui integrasi program Jamkesda.

“Kami juga sangat berterimakasih kepada Pemda yang sudah mendorong UHC di daerah masing-masing dan kami harapkan seluruh pemda dapat melakukan hal serupa, mendukung dan merealisasikan rencana strategis nasional serta amanah UU Nomor 40 tahun 2004,” ujar Army dalam Public Expose bertema ‘Jaminan Kesehatan Semesta Sudah Di Depan Mata’ itu.

Sebab dukungan dan peran serta pemda sangat strategis, dan menentukan pengoptimalan Program JKN-KIS. “Setidaknya terdapat 3 peran penting diantaranya memperluas cakupan kepesertaan, mendorong Universal Health Coverage (UHC), meningkatkan kualitas pelayanan, dan peningkatan kepatuhan,” katanya. (*)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: ady sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help