Klungkung Jadi yang Pertama di Bali, Olah Sampah Secara Modern Jadi Briket dan Pelet

Kini di tempat tersebut mulai dirintis pengolahan sampah dengan sistem TOSS (Tempat Olah Sampah Sementara)

Klungkung Jadi yang Pertama di Bali, Olah Sampah Secara Modern Jadi Briket dan Pelet
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Warga ketika mencari sisa-sisa sampah makanan di TPA Sente, Desa Pikat, Dawan, Klungkung, Senin (1/1/2018). TPA Sente resmi ditutup per (31/12/2017) 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, secara resmi menutup tempat pembuangan akhir (TPA) Sente di Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, tepat di pengujung tahun 2017 pada Minggu (31/12/2017).

Kini di tempat tersebut mulai dirintis pengolahan sampah dengan sistem TOSS (Tempat Olah Sampah Sementara), sehingga sampah langsung diolah menjadi briket dan pelet yang dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk proses memasak dan energi listrik.

“Meskipun TPA Sente telah ditutup, tidak berarti di TPA itu tidak ada aktivitas, malah sebuah program pengolahan sampah revolusioner bernama Tempat Olah Sampah Sementara (TOSS) telah dimulai di tempat tersebut,” ujar Suwirta di Klungkung, Senin (1/1/2017).

TPA Sente ditutup karena dianggap sudah tidak layak dan mengalami kelebihan kapasitas sampah dari yang semestinya.

Ditutupnya TPA yang telah beroperasi sejak tahun 1990 tersebut, berarti tidak ada lagi kiriman sampah menuju TPA terbesar di Klungkung ini. 

Suwirta menjamin, seluruh pegawai TPA Sente yang berjumlah 60 orang tidak diberhentikan.

Mereka akan tetap bekerja karena telah dididik untuk bisa melakukan proses pengolahan sampah TOSS di TPA Sente dan di Lepang.

Seluruh sampah yang telah menumpuk di TPA Sente akan diolah secara langsung melalui proses peuyeumisasi, briketisasi/peletisasi, dan gasifikasi, dengan menggunakan bio activator.

Dalam waktu tiga hari bau sampah akan hilang, dan dalam waktu 10 hari volume sampah akan berkurang.

Kemudian sampah yang telah diolah tersebut dibentuk menjadi briket dan pelet.

Halaman
1234
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved