Siat Yeh Bertepatan Purnama Kapitu, Jero Bendesa Suwat Sebut Ini Sangat Spesial

Menyucikan diri dengan tirta Pura Beji Tukad Melangge, Desa Pakraman Suwat, Kecamatan/Kabupaten Gianyar pun terasa spesial.

Siat Yeh Bertepatan Purnama Kapitu, Jero Bendesa Suwat Sebut Ini Sangat Spesial
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Kemeriahan Siat Yeh (perang air) saat tradisi yang digelar di Catus Pata Desa Suwat, Gianyar, Senin (1/1/2018). Acara ini serangkaian dari acara Festival Air Suwat III yang digelar setiap tahun sekali. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, Siat Yeh (perang air) dalam rangkaian Festival Air Suwat (FAS) kali ini tampak berbeda.

Purnama Kapitu jatuh tepat saat tradisi ini digelar pada Senin 1 Januari 2018).

Para tetua pun menyebut, ini hari yang sangat baik untuk melukat. 

Menyucikan diri dengan tirta Pura Beji Tukad Melangge, Desa Pakraman Suwat, Kecamatan/Kabupaten Gianyar pun terasa spesial.

Sebagaimana substansinya, Siat Yeh bermakna penyucian jasmani-rohani menyambut awal tahun dengan keheningan pikiran selaras sifat-sifat air.

Warga Suwat pun tampak sangat antusias turut serta dalam tradisi ini.

"Yang perlu diketahui, Siat Yeh bertepatan dengan rahina Purnama Kapitu. Momen ini belum tentu kita jumpai serampangan. Mungkin puluhan tahun lagi baru ada, jadi sangat spesial. Mari melukat bersama-sama," ujar Jero Bendesa Suwat, Ngakan Putu Sudibya, Senin (1/1/2018). 

Warga dari tiga banjar di Desa Pakraman Suwat duduk memenuhi perempatan atau catuspata desa.

Secara kosmologi, inilah titik nol Desa Pakraman Suwat, tempat bermuara dan berkumpulnya energi dimana yang negatif akan dilebur berganti positif. 

Empat penjuru mata angin pun penuh oleh kehadiran warga. Sejurus setelah itu, warga peserta perang ngaturan sembah bakti yang dipimpin oleh lima jero mangku.

Halaman
123
Penulis: I Nyoman Mahayasa
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved