Fenomena 2 Purnama di Januari dan Maret 2018, Sangat Jarang Terjadi, Ini yang Akan Terlihat

Biasanya, fenomena bulan penuh atau supermoon hanya terjadi satu kali dalam sebulan. Tapi tidak untuk Januari dan Maret 2018.

Fenomena 2 Purnama di Januari dan Maret 2018, Sangat Jarang Terjadi, Ini yang Akan Terlihat
Kompas.com
Pesawat terbang dengan latar belakang bulan purnama (supermoon) yang sedang mengalami proses gerhana, Minggu (27/9/2015), di Jenewa, Swiss.(AP PHOTO / JEFF KNOX) 

TRIBUN-BALI.COM - Januari 2018 rupanya menjadi bulan yang sangat spesial dalam fenomena tata surya kita.

Bagaimana tidak, ada dua supermoon yang dapat disaksikan dengan mata telanjang di bulan ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, NASA (National Aeronautics and Space Administration) mengumumkan fenomena "trilogi supermoon".

Ketiganya adalah supermoon terjadi pada 3 Desember 2017 lalu, kemudian yang kedua akan muncul 1 Januari 2018 malam hingga 2 Januari dini hari, dan terakhir akan muncul pada 31 Januari 2018.

Supermoon pada 1 Januari 2017 disebut sebagai Supermoon 'Serigala', puncaknya pukul 20.51 WIB dan seluruh wilayah Indonesia dapat menyaksikannya.

Sementara Supermoon yang akan menjadi penutup di Januari disebut Supermoon Biru.

Meski namanya supermoon biru, tapi bulan akhir bulan ini tidak berwarna biru.

Nama bulan biru mengacu pada bulan purnama kedua dalam sebulan.

Bulan purnama kedua nanti akan sangat istimewa, karena bertepatan dengan gerhana bulan total, di mana posisi bumi tepat berada antara matahari dan bulan.

Warnanya nanti akan menyerupai warna merah darah.

Halaman
123
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved