TribunBali/

Momen Menyedihkan Bercerai Dan Dipecat, Mana yang Lebih Paling ‘Sakit’?

Perceraian atau pun hilangnya pasangan hidup karena kematian, tentu merupakan momen yang amat menyedihkan bagi kehidupan setiap orang

Momen Menyedihkan Bercerai Dan Dipecat, Mana yang Lebih Paling ‘Sakit’?
Net
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Perceraian atau pun hilangnya pasangan hidup karena kematian, tentu merupakan momen yang amat menyedihkan bagi kehidupan setiap orang di dalam keluarga.

Namun, sebuah penelitian yang dilansir laman Bloomberg menyebutkan, kesedihan akibat perceraian atau kehilangan pasangan hidup, ternyata tak lebih besar dibandingkan pemecatan, atau kehilangan pekerjaan.

Orang yang dipecat dari pekerjaan, sulit atau bahkan tidak pernah kembali ke tingkat awal dari kesejahteraan mentalnya.

Hal ini menyangkut kesehatan mental, kepuasan dengan hidup, dan juga harga diri.

Demikian kesimpulan yang disarikan dari 4.000 makalah riset yang dilakukan di University of East Anglia, Norwich, Inggris, dan lembaga the What Works Center for Wellbeing.

Karyawan yang dipecat akan merasa tidak bahagia selama beberapa tahun.

Sementara mereka yang bercerai bisa pulih dan kembali ke keadaan semula dalam waktu lebih singkat.

"Setelah seseorang kehilangan pasangan, dia akan mengalami penurunan dari sisi kesejahteraan mental secara signifikan."

"Namun kemudian, rata-rata mereka akan kembali ke tingkat sebelumnya," kata Tricia Curmi dari Pusat Kajian Pekerjaan.

"Nah, terhadap mereka yang dipecat dan kehilangan pekerjaan, hal itu tidak terjadi. Problem dan kondisi mental mereka cenderung lebih lama dan berlarut," ungkapnya.

Halaman
12
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help