Per 1 Juli 2018 Vape Dikenakan Tarif Cukai Sebesar 56 Persen, Pengusaha; Bisa Membunuh Industri Ini

Cukai vape akan berlaku mulai 1 Juli 2018. Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai berjanji merilis aturan cukai rokok elektrik dalam pekan-pekan ini.

Per 1 Juli 2018 Vape Dikenakan Tarif Cukai Sebesar 56 Persen, Pengusaha; Bisa Membunuh Industri Ini
Tribunnews
Rokok elektrik 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Rencana pemerintah menarik cukai rokok elektrik (vape) dengan tarif tinggi membuat pelaku bisnis ini ketar-ketir.

Dengan tarif cukai sebesar 57% dari harga jual, pelaku bisnis rokok elektrik khawatir bisnisnya gulung tikar karenanya harganya semakin mahal.

Cukai vape akan berlaku mulai 1 Juli 2018. Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai berjanji merilis aturan cukai rokok elektrik dalam pekan-pekan ini.

 
Dirjen Bea dan Cukai Kemkeu Heru Pambudi mengatakan, cukai rokok elektrik maksimal 57% akan diterapkan bagi cairan vape yang mengandung tembakau saja.

Besaran tarif cukai cairan vape, kata Heru, juga mengacu Undang-Undang Cukai.

Menurutnya, tarif tersebut telah mempertimbangkan aspek kesehatan, industri, masyarakat dan daya beli, serta kemungkinan menjadi barang ilegal.

"Empat pertimbangan itu yang menjadi parameter dalam menentukan besaran tarif," kata Heru, Selasa (9/1).

 
Dia mengklaim, besaran tarif cukai vape masih wajar. Penetapan tarif cukai itu juga sudah dibicarakan dengan asosiasi dan pebisnis vape. Alhasil, pemungutan cukai vape sudah siap diterapkan.

Kepala Sub Direktorat Tarif Cukai Ditjen Bea dan Cukai Sunaryo menambahkan, tarif cukai yang dikenakan untuk likuid e-cigarette di suatu negara berbeda-beda sesuai kepentingan negara tersebut.

"Ada yang memungut 81% dan ada yang 63%," katanya.

Halaman
12
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved