Home »

Bali

Arab Saudi dan Turki Tertarik Kelola Sampah di Bali, Ini Kata Pastika

Sejumlah pengusaha Negara Timur Tengah itu berminat menjajaki investasi di bidang pengelolaan sampah dan energi

Arab Saudi dan Turki Tertarik Kelola Sampah di Bali, Ini Kata Pastika
Istimewa
Senator RI I Gusti Ngurah Arya Wedakarna bersama rombongan investor dari Arab Saudi dan Turki menemui Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Kamis (11/1/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Difasilitasi Senator RI I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, rombongan investor dari Arab Saudi dan Turki menemui Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, Kamis (11/1/2017).

Sesuai siaran pers yang diterima Tribun Bali menyebut bahwa, pertemuan yang berlangsung di ruang tamu gubernur. 

Arya Wedakarna menerangkan bahwa sejumlah pengusaha Negara Timur Tengah itu berminat menjajaki investasi di bidang pengelolaan sampah dan energi.

Menurut Wedakarna, sebelumnya para pengusaha Turki dan Arab Saudi ini telah bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah Menteri Kabinet Kerja di Jakarta.

“Saya tahu Bali saat ini membutuhkan investasi di bidang pengelolaan sampah dan energi, maka saya menawarkan mereka berkunjung ke sini untuk menjajaki peluang kerjasama,” terangnya.

Arya Wedakarna berharap ada peluang kerjasama yang bisa digarap pasca pertemuan ini mengingat mereka telah berpengalaman 35 tahun di bidang pengelolaan sampah dan pengembangan energi.

Pimpinan rombongan pengusaha Al Sharif Faiz dari Alsharif Energy Company yang mengaku perusahaannya telah menjalin kerjasama di berbagai negara mengatakan,  pihaknya sangat tertarik menjajaki kerjasama untuk mengolah sampah menjadi energi terbarukan di Pulau Dewata.

Pastika pun menyambut positif tawaran kerjasama pananganan sampah dan energi yang diutarakan rombongan pengusaha Arab Saudi dan Turki.

Ia menjelaskan bahwa sampah memang masih menjadi salah satu problem yang dihadapi Bali sebagai daerah tujuan wisata.

Salah satu persoalan yang belakangan menjadi sorotan adalah keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Suwung yang selama ini dimanfaatkan Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan (SARBAGITA).

Menurut Pastika, banyak sekali investor nasional dan asing yang datang untuk menawarkan kerjasama pengelolaan TPA Regional Suwung.

Hingga saat ini, menurut Pastika telah ada 58 investor yang datang untuk menjajaki peluang kerjasama.

“Artinya, pengusaha dari Arab Saudi dan Turki yang datang hari ini adalah investor yang ke-59,” ujarnya.

Namun penjajakan tersebut selalu terkendala regulasi nasional yang mematok harga pembelian listrik sangat rendah.

Pastika berharap dengan adanya pertemuan ini juga, Wedakarna bisa memperjuangkan revisi aturan pembelian listrik. (*)

Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help