KPK Menduga Frederich Yunadi Lakukan Ini Sebelum Novanto Tabrak Tiang Listrik

Mantan Kuasa Hukum Setya Novanto, Frederich Yunadi ditetapkan sebagai tersangka kasus e-KTP atas dugaan menghalangi penyidikan

KPK Menduga Frederich Yunadi Lakukan Ini Sebelum Novanto Tabrak Tiang Listrik
TribunStyle.com/ Instagram
Frederich Yunadi 

TRIBUN.BALI.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan mantan pengacara Setya Novanto Frederich Yunadi sebagai tersangka

Frederich disangka melakukan tindakan menghalang-halangi penyidikan kasus e-KTP terhadap tersangka Setya Novanto.

Frederich juga diduga bersekongkol dengan salah satu dokter rumah sakit Medika Permata hijau yang merawat Setya Novanto pada saat kecelakaan mobil menabrak tiang listrik beberapa bulan yang lalu.

KPK menduga mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, sudah memesan kamar perawatan di Rumah Sakit Medika Permata Hijau sebelum mantan Ketua DPR itu mengalami kecelakaan.

"Yang pasti sebelum kecelakaan itu terjadi, direncanakan booking kamar sebanyak 1 lantai di rumah sakit tersebut untuk digunakan sekitar pukul 21.00 malam itu," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Meski saat itu Fredrich berencana memesan satu lantai, realisasinya hanya mendapatkan tiga kamar di rumah sakit yang berlokasi di Jakarta Selatan itu.

Rencana booking kamar sampai dengan satu lantai untuk VIP meskipun tidak semuanya bisa didapatkan. Ada sekitar tiga yang bisa didapatkan pada akhirnya dan sudah ada koordinasi sebelumnya," ujar Febri. 

Pada tahap penyidikan kasus dugaan merintangi dan menghalangi penyidikan ini, KPK sudah memeriksa 26 saksi, baik dari perawat maupun  pegawai rumah sakit. (*)

Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help