TribunBali/

Blak-blakan Soal Uang Rp 40 Miliar, La Nyalla: Ternyata Dia Mencopeti Orang-orang

La Nyalla geram dengan Partai Gerindra yang tak jadi mendukungnya maju pada Pilkada Jatim.

Blak-blakan Soal Uang Rp 40 Miliar, La Nyalla: Ternyata Dia Mencopeti Orang-orang
Antara.com
(Ilustrasi) Tersangka kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana hibah di Kadin Jatim, La Nyalla Mattalitti dikawal petugas saat tiba di Kejagung, Selasa (31/5/2016) malam. La Nyalla ditangkap setelah over stay di Singapura. 

Menurutnya, terdapat lima kader atau alumni 212 yang direkomendasikan untuk diusung pada Pilkada tahun ini, termasuk La Nyalla. Rekomendasi itu, diserahkan kepada Gerindra, PAN, dan PKS.

"Dan juga beberapa nama yang kami ajukan kepada pimpinan partai agar kader dari aksi 212 itu dari 171 Pilkada kita hanya minta lima agar bisa diberikan rekomendasi khusus," ujar Al Khaththath.

Al Khaththath mengatakan, rekomendasi kelima nama itu, diserahkan langsung kepada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Presiden PKS Sohibul Iman. Pertemuan berlangsung di rumah Zulkifli.

"Namun tidak satu pun yang diberikan rekomendasi," ujar Al Khaththath.

Menurutnya, suara para ulama tidak didengar ketiga partai. Padahal, pengerahan aksi bela Islam 212 lalu, melibatkan peran para ulama. Hingga akhirnya memenangkan pasangan Anies-Sandi pada Pilkada DKI Jakarta.

"Kita kan' menganggap para ulama sudah memperjuangkan dengan pengerahan aksi bela Islam 212 yang sangat fenomenal," ujar Al Khaththath.

"Kita di Jakarta sudah berhasil memunculkan Gubernur Anies-Sandi yang didukung para ulama dengan semangat 212, semangat Al Maidah 51," ujarnya.

Namun, para elite politik ketiga parpol, merasa terdapat beberapa wilayah yang penduduk umat Islam tidak dominan.

"Di Sulut, di Papua dan NTT kita maklumi. Tetapi kalau terjadi di Jawa Timur pusing, banyak komplain dari bawah sampai ke saya," ujar Al Khaththath.

Editor: ady sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help