Kecelakaan di Jalur Denpasar-Gilimanuk, Rem Blong Hantam Pagar Rumah Hingga Mobil Terbalik

Pengemudi mampu mengendalikan mobil hingga menabrak pagar rumah milik warga.

Kecelakaan di Jalur Denpasar-Gilimanuk, Rem Blong Hantam Pagar Rumah Hingga Mobil Terbalik
Istimewa
Polisi mengatur arus lalu lintas id lokasi kecelakaan Dusun Pumahan, Desa Gitgit, Buleleng, Kamis (11/1/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sebuah mobil DK 1606 IK terlibat kecelakaan di jalur Denpasar-Singaraja, kilomter 8-9, Dusun Pumahan, Desa Gitgit, Buleleng, Bali, Kamis (11/1/2018) sekira pukul 11.00 Wita. 

Pengemudi tidak mampu mengendalikan mobil hingga menabrak pagar rumah milik warga.

Di dalam mobil tersebut diketahui ada lima orang.

Satu di antaranya Desak Ketut Kusumawati (60), yang merupakan istri mantan Kasdam Udayana.

Kasat Lantas Polres Buleleng, AKP Adi Sulistyo Utomo mengatakan, kejadian tersebut bermula saat mobil itu melaju dari arah selatan menuju ke utara.

Saat tiba di TKP, sopir yang diketahui bernama Made Kariasih (56) bermaksud ingin menyalip kendaraan yang ada tepat di depannya.

Secara tiba-tiba, rem mobilnya tidak berfungsi secata normal.

Akibatnya, pengemudi yang tinggal di Jalan Salya 7, Denpasar ini pun panik dan  tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya.

"Mobil hilang kendali dan langsung menabrak pagar rumah warga bernama Ketut Laksana (40). Akibat hantaman yang keras, mobilnya kemudian terguling dan terbalik di sebelah kanan jalan,” ungkapnya.

Meski demikian, AKP Adi menegaskan kondisi korban seluruhnya selamat dan hanya mengalami luka lecet.

Termasuk istri mantan Kasdam Udayana, Desak Ketut Kusumawati hanya mengalami luka lecet pada bagian dahi dan sudah dirawat do RD TNI AD Singarana. 

"Kelimanya selamat dan hanya mengalami luka lecet. Termasuk salah satu penumpangnya adalah istri mantan Kasdam Udayana,” katanya.

Untuk kondisi kendaraannya hanya mengalami kerusakan pada bagian depan dan samping.

Sedangkan tembok atau pagar rumah milik Ketut Laksana pun roboh.

“Kasus ini sudah diselesaikan oleh keluarga Puri Kanginan Singaraja karena permintaan sopir dan korban. Jadi kendaraan dan surat-surat lainnya semua sudah dibawa ke Puri tersebut,” tutupnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved