Pameran Boundary of Freedom di Bentara Budaya Bali, Tampilkan Karya Seniman Thailand

Pameran Boundary of Freedom sudah resmi dibuka hari ini, Jumat (12/01/2018) di Bentara Budaya Bali. Ada lebih dari 30 karya seni yang dipamerkan.

Pameran Boundary of Freedom di Bentara Budaya Bali, Tampilkan Karya Seniman Thailand
Putu Supartika
Beberapa pengunjung menyaksikan pameran Boundary of Freedom yang berlangsung di Bentara Budaya Bali 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pameran Boundary of Freedom sudah berlansung di Bentara Budaya Bali Jl. Prof. Ida Bagus Mantra, No. 88A Ketewel Gianyar, hari ini Jumat (12/01/2018). 

Kegiatan ini menampilkan 36 buah karya grafis menggunakan teknik litografi. 

Karya seni tersebut merupakan hasil karya Puritip Suriyapatarapun, seniman asal Bangkok, Thailand.

Puritip Suriyapatarapun merupakan pemenang II Kompetisi Internasional Trienal Seni Grafis Indonesia V 2015 yang digelar oleh Bentara Budaya.

Kun Adnyana, dosen ISI Denpasar didaulat untuk membuka acara ini.

Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa publik seni grafis memiliki kesempatan yang menarik karena litografi yang berkembang dari abad ke 18 di Jerman hingga sekarang bisa menjadi teknik yang melampaui sekat-sekat untuk bisa berbicara tentang berbagai fenomena sosial.

"Dengan keterbatasan seni grafis konvensional ini justru ada kekuatan artistik yang tidak bisa digali media lain akan memunculkan gaya-gaya artistik baru," kata Kun.

Dilihat dari sejarah perjuangan bangsa, menurut Kun, teknik seni grafis ini ikut berkontribusi menjadi media agitasi dan media pengobar semangat untuk menentukan jalan republik di awal masa kemerdekaan.

Pameran yang bertajuk Boundary of Freedom ini akan berlangsung 13 sampai 21 Januari 2018 dari pukul 10.00 sampai 18.00 Wita. (*)

Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help