Mengapa di Bali 70 Persen Pelaku Bunuh Diri Pria? Begini Jawaban Prof Suryani

SIMH juga mencatat, pelaku bunuh diri di Bali terbanyak adalah kaum laki-laki yang mencapai 70 persen. Dan sisanya 30 persen adalah pelaku perempuan.

Mengapa di Bali 70 Persen Pelaku Bunuh Diri Pria? Begini Jawaban Prof Suryani
net/ilustrasi
bunuh diri-03-01 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tahun 2000 lalu seorang anak dokter mengirim pesan singkat (SMS) kepada temannya agar temannya itu datang ke rumahnya. Kalau tidak datang, ia akan bunuh diri.

Temannya mengira itu bercanda, tapi ternyata apa yang diucapkan oleh si anak dokter itu benar-benar dilakukannya.

Kejadian tersebut sangat membekas, dan membuat orang tua si anak menderita hingga kini.

Itulah diantara cerita yang dibagikan oleh dokter ahli jiwa senior Prof Dr dr Luh Ketut Suryani SpKJ di Kubu Kopi, Denpasar, dalam acara diskusi mengenai masalah kesehatan jiwa di Bali, Sabtu (13/1) siang.

Cerita tersebut diungkapkan Prof Suryani untuk memberi gambaran bahwa tekanan batin sebetulnya juga dirasakan oleh keluarga dari pelaku bunuh diri. 

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Suryani Institute for Mental Health (SIMH), selama tahun 2017 jumlah bunuh diri di Bali sebanyak 99 kasus.

Tidak ada satupun dari 9 kota/kabupaten di Bali yang tidak mengalami kasus bunuh diri.

Kasus bunuh diri terbanyak selama 2017 terjadi di Kabupaten Buleleng, yakni sebanyak 21 kasus. Sedangkan angka bunuh diri paling rendah terjadi di Kota Denpasar, yaitu sebanyak 5 kasus.

SIMH juga mencatat, pelaku bunuh diri di Bali terbanyak adalah kaum laki-laki yang mencapai 70 persen. Dan sisanya 30 persen adalah pelaku perempuan.

Halaman
1234
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help