Usai Rayakan Siwaratri di Payangan, Sopir Mobil Avanza Mengantuk Lalu Alami Peristiwa Mengerikan Ini

Dari informasi yang dihimpun, kecelakaan tersebut terjadi lantaran pengemudi mobil merasa mengantuk usai merayakan Hari Raya Siwaratri

Usai Rayakan Siwaratri di Payangan, Sopir Mobil Avanza Mengantuk Lalu Alami Peristiwa Mengerikan Ini
Istimewa
Warga sekitar saat mengevakuasi kecelakaan mobil avanza yang terjungkal di kebun jeruk warga. Selasa (16/1) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Sebuah mobil avanza dengan plat nomor DK 1308 PG tampak terperosok hingga terjungkal di sebuah kebun milik warga sekitar, Selasa (16/1/2018).

Dari informasi yang dihimpun, kecelakaan tersebut terjadi lantaran pengemudi mobil merasa mengantuk usai merayakan Hari Raya Siwaratri di daerah Payangan Gianyar.

Dikonfirmasi Selasa (16/1), Kapolsek Kintamani, Kompol Putu Gunawan membenarkan bahwa memang telah terjadi kecelakaan akibat hilang kendali di Desa Katung, Kintamani, tepatnya di jurusan Payangan menuju Kintamani.

Di mana dalam mobil tersebut, ditumpangi oleh lima orang.

Kompol Gunawan menjelaskan, musibah kecelakaan terjadi pada pukul 04.00 Wita.

Pengemudi mobil bernama I Putu Sudarta (23), kala itu, hendak menuju ke rumahnya di desa Songan B, setelah merayakan Hari Raya Siwaratri.

Namun, lantaran mengantuk berat, mobil yang dikemudikan Sudarta akhirnya oleng ke arah kanan, hingga akhirnya terperosok tiga meter di kebun jeruk milik warga setempat.

Akibat dari kejadian tersebut, mobil avanza yang dikendarai korban mengalami penyok pada bagian depan dan samping kanan, begitupun dengan kaca pintu sebelah kanan yang pecah.

"Beruntung kejadian ini tidak menyebabkan korban jiwa. Walau demikian, pengendara mobil mengalami luka lecet pada kaki kanan, dan salah seorang penumpang bernama Mangku Suardi (20) mengalami luka lecet pada pelipis," sebutnya.

Lanjut Kompol Gunawan, saat petugas tiba di lokasi, mobil yang terjungkal telah berhasil dievakuasi warga sekitar dengan cara ditarik.

Begitupun dengan korban luka-luka, setelah mendapat perawatan di klinik Payangan, telah diperbolehkan kembali kerumahnya masing-masing.

Sementara estimasi kerugian, tutur Kompol Gunawan, ditaksir mencapai Rp. 5 juta.

Terhadap kejadian ini, pihaknya mengimbau pada masyarakat sekitar, apabila mengantuk, lebih baik istirahat, dan jangan memaksakan diri untuk mengemudi.

"Apabila ngantuk, lebih baik istirahat untuk memulihkan stamina. Setelah tidak ngantuk, baru lanjutkan perjalanan. Obat ngantuk hanya satu yaitu tidur," imbuhnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved