Home »

Bali

Serangan Walang Sangit yang Ganas Menghantui Petani di Bangli

Justru serangan walang sangit yang dirasakan lebih keras dibandingkan serangan pada masa tanam sebelumnya.

Serangan Walang Sangit yang Ganas Menghantui Petani di Bangli
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
I Nengah Mudara tunjukkan padi yang menguning akibat sarinya telah diserap oleh hama walang sangit, Rabu (17/1/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Serangan walang sangit yang mewabah di sejumlah lahan pertanian di Bangli, Bali, sedikit banyak membawa momok bagi sejumlah petani.

Pasalnya, serangan hama tanaman saat ini dirasa lebih besar.

Di sisi lain dalam 30 hari kedepan, tanaman padi akan memasuki masa panen.

Keluhan tersebut terlontar dari mulut salah seorang petani di Subak Aya Badung, I Nengah Mudara, saat ditemui Rabu (17/1/2018).

Ucap dia, momok yang kini kerap menghantuinya adalah serangan hama tikus, serta serangan walang sangit, yang telah terjadi sejak 20 hari lalu, dan menyerang seluruh lahan pertanian yang ada di Subak Aya Badung.

Termasuk juga dengan lahan seluas 25 are yang digarapnya.

Meski demikian, diakui dia, untuk serangan hama tikus, tidak terlalu keras.

Justru serangan walang sangit yang dirasakan lebih keras dibandingkan serangan pada masa tanam sebelumnya.

Nengah Mudara mengatakan, jika sebelumnya walang sangit akan mati setelah dilakukan pengemprotan pestisida, kali ini justru sebaliknya.

Walang sangit akan kembali datang, bahkan dalam waktu yang cenderung singat.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help