Home »

Bali

Jika Muntah Saat Melukat di Pancoran Sapta Gangga, Umat Harus Segera Lakukan ini

Pancoran Sapta Gangga setahun terakhir menjadi tempat tujuan spiritual umat yang berkeyakinan lain

Jika Muntah Saat Melukat di Pancoran Sapta Gangga, Umat Harus Segera Lakukan ini
Tribun Bali/I Made Argawa
Masyarakat melukat di Pancoran Sapta Gangga, Pura Luhur Tamba Waras. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Tempat pengelukatan pancoran Sapta Gangga setahun terakhir tidak hanya menjadi tempat tujuan spiritual bagi umat Hindu, tapi sudah mulai didatangi oleh umat yang berkeyakinan lain.

Pada umumnya mereka datang karena menderita sakit non-medis.

Hal tersebut diungkapkan oleh pemangku di Pancoran Sapta Gangga, Mangku Komang (48).

Baca: 700 Babi Picu Konflik di Desa Bila, Warga Sampai Muntah-Muntah Tak Bisa Istirahat

Baca: Piala Presiden 2018 - Siaran Langsung Indosiar, BALI UNITED VS BORNEO FC Pukul 16.30 Wita

Disebutkannya, masyarakat yang datang mulai dari Pulau Jawa, Lombok hingga wilayah Sumatera.

“Kebanyakan yang datang menderita sakit non-medis dan melakukan pengelukatan. Katanya dapat pawisik atau mencoba datang ke Pancoran Sapta Gangga dari informasi kerabat,” katanya, Kamis (18/1/2018).

Baca: Jangan Membasuh Seluruh Tubuh Saat Piodalan di Pengelukatan Pancoran Sapta Gangga, Ini Sebabnya

Diterangkan, saat melakukan pangelukatan di pancoran warga harus mengawali dari arah barat, yakni Pancoran Sanjiwani, Pancoran Kamandalu, Pancoran Kundalini, Pancoran Pawitra, Pancoran Maha Pawitra, Pancoran Pangurip dan Pancoran Pasupati.

“Jika muntah saat melukat, diharuskan meminta obat berupa minyak minum di luhur Pura Tamba Waras. Juga akan dapat minyak urut,” terangnya. 

Halaman
12
Penulis: I Made Argawa
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help