Marak Video Racuni Anjing di Bali, Inikah Pelakunya?

Beberapa hari belakangan ini, kasus peracunan anjing tersebar di media sosial

Marak Video Racuni Anjing di Bali, Inikah Pelakunya?

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA- Maraknya kasus peracunan anjing di Bali menjadi perhatian masyarakat Bali.

Bahkan dalam waktu beberapa hari belakangan ini, kasus peracunan anjing tersebar di media sosial (medsos), diduga kasus itu terjadi di wilayah Abiansemal Badung.

Hal ini pun mendapat kecaman keras dari masyarakat atau netizen.

Menurut informasi yang diperoleh, kasus peracunan anjing ini diduga kuat dilakukan oleh oknum penjual RW di Bali khususnya Badung.

Pelaku biasanya melakukan aksinya pada malam hari.

Dimulai dari meracuni target (anjing) pada siang atau sore hari, kemudian mengambil target yang sudah tewas kemudian dibawa ke tempat tujuan para pelaku.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, I Gede Asrama pun mengaku geram ketika mendengar peristiwa tersebut terjadi di wilayah Badung.

Asrama menyatakan, dengan adanya surat edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 524.3/9811/KKPP/Disnakkeswan tentang adanya isu perdagangan daging anjing di Bali, pihaknya bersama Satpol PP dan Dinas Koperasi, UKM dan Perdangangan Badung sudah melakukan pendataan dan pembinaan terhadap puluhan penjual RW di Badung.

Menurut data yang berhasil diperoleh, penjual RW daging anjing di Badung berjumlah 34 warung di lima kecamatan kecuali di Kecamatan Petang.

Untuk melakukan pendataan, Pemkab Badung menerjunkan 12 personil yang terdiri dari 6 personel Satpol PP, empat dari Dinas Pertanian dan Pangan, dan dua orang dari Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan.

Halaman
12
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved