TribunBali/
Home »

Bali

Terbongkar, Berkedok Untuk Dikasihani Lima Balita Ikut Terjaring Mengemis di Kuta

Sedangkan, menurut data yang berhasil diperoleh, dari 27 orang tersebut diketahui ada 5 orang balita dengan usia 3 bulan-4 tahun, 16 orang anak-anak

Terbongkar, Berkedok Untuk Dikasihani Lima Balita Ikut Terjaring Mengemis di Kuta
Istimewa
Puluhan gepeng saat dilakukan pendataan oleh petugas di Kantor Camat Kuta, Kamis (18/1) malam. Dari 27 gepeng, lima orang diantaranya adalah balita dengan rentan usia 3 bulan-4 tahun. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Sebanyak 27 orang gelandangan dan pengemis (gepeng) yang berkeliaran di wilayah Kuta ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung, Kamis (18/1) malam.

Dari puluhan gepeng yang berhasil diamankan tersebut 16 orang diantaranya adalah anak di bawah umur dan balita yang dipekerjakan untuk mengemis di wilayah kampung turis.

Menurut informasi yang diperoleh, kegiatan operasi penertiban yang dimulai pada pukul 23.00 Wita ini menyasar beberapa wilayah seperti tapal batas areal Kuta, areal perbelanjaan Jogger, Ground Zero dan kawasan Jalan pantai Kuta.

Baca juga: Sepanjang Tahun 2017 Kunjungan Wisman ke Bali Naik 17 Persen, Ternyata Didominasi Asal Negara Ini

Baca juga: Siswi SMK Melahirkan Saat Jam Pelajaran di Sekolah, Ortu Tak Mau Jenguk Hingga Terkuak Kisah Pilu

Sedangkan, menurut data yang berhasil diperoleh, dari 27 orang tersebut diketahui ada 5 orang balita dengan usia 3 bulan-4 tahun, 16 orang anak-anak dengan rentan usia 6 tahun-13 tahun, sedangkan enam orang dewasa dengan rentan usia 18 tahun-81 tahun.

“Iya kami dari petugas gabungan melakukan operasi penertiban di wilayah Kuta kemarin (kamis). Hasilnya ada 27 orang yang kami berhasil amankan,” kata Kasatpol PP Badung, I Gusti Agung Ketut Suryanegara, Jumat (19/1/2018).

Suryanegara menjelaskan, dari 27 orang tersebut, 16 diantaranya adalah anak di bawah umur dan balita.

Adanya balita diyakini hanya menjadi kedok atau dimanfaatkan para gepeng ini agar dikasihani terhadap masyarakat yang dijumpainya.

“Bahkan ada bayi umur 3 bulan dan 9 bulan kemarin, bayi tersebut digunakan kedok saja oleh gepeng tersebut untuk menarik simpati yang melihat,” ungkapnya. (*) 

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help