TribunBali/

Masa Depan Starbucks Suram, 379 Gerai Teavana Direncanakan Tutup

Temaramnya ritel telah menjadi fenomena umum. Tak terkecuali bagi kedai kopi kelas dunia, Starbucks.

Masa Depan Starbucks Suram, 379 Gerai Teavana Direncanakan Tutup
Thinkstockphotos
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM – Temaramnya ritel telah menjadi fenomena umum.

Tak terkecuali bagi kedai kopi kelas dunia, Starbucks.

Bisnis Starbucks mulai melambat secara global.

Kondisi itu sebagaimana tercermin dari pertumbuhan penjualan peritel itu di seluruh dunia.

Berdasarkan laporan kinerja yang dipublikasikan pada Kamis (25/1/2018), pertumbuhan penjualan Starbucks hanya dua persen per kuartal terakhir 2017.

Itu masih di bawah ekspektasi analis yang memperkirakan pertumbuhan sebesar tiga persen.

Hasil mengecewakan tersebut sontak membuat saham Starbucks anjlok hingga 5,8 persen, Kamis kemarin.

"Penjualan suvenir akhir tahun dan penawaran spesial kami tidak sesuai dengan harapan,” ungkap Chief Executive Officer Starbucks Kevin Johnson, seperti dilansir Bloomberg.

Ia melanjutkan, penjualan Starbucks terasa melambat pada siang hingga sore hari.

Kondisi itu dipandang sebagai dampak menurunnya pengunjung di pusat belanja.

Halaman
12
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help