TribunBali/

Citizen Journalism

LABC Denpasar dan Siswa SD Saraswati 1 Bertekad Tolak Merokok

Kegiatan sosialisasi ini disambut baik oleh pihak sekolah, dengan mengumpulkan murid-murid.

LABC Denpasar dan Siswa SD Saraswati 1 Bertekad Tolak Merokok
Merni Sisilia Fransina Falukas
Siswa-siswi SD Saraswati 1 Denpasar serius mendengarkan pemaparan tentang bahaya merokok dan penyalahgunaan narkoba, di sekolah mereka, Jumat (26/1/2018). 

Oleh: Merni Sisilia Fransina Falukas

Mahasiswi Biologi FMIPA Unud

DENPASAR - Yayasan Lentera Anak Bangsa Cerdas (LABC) Denpasar kembali menggelar sosialisasi tentang bahaya rokok dan narkoba, Jumat (26/1/2018).

Kali ini penyuluhan bertema Anak Cerdas Tolak Merokok itu digelar di SD Saraswati 1, Jalan Gadung No 24, Dangin Puri Kangin, Denpasar Utara. Denpasar, Bali.

Kegiatan sosialisasi ini disambut baik oleh pihak sekolah, dengan mengumpulkan murid-murid SD Saraswati 1 untuk berkumpul di aula dengan tertib untuk mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut.

Peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut berjumlah 243 siswa dan diawasi oleh beberapa orang guru dari SD Saraswati 1, sehingga para siswa tertib mengikuti kegiatan sosialisasi.

Kegiatan sosialisasi digelar pukul 11.15 Wita sampai 12.30 Wita dengan 2 pemateri dan 7 relawan yang berasal dari Yayasan LABC Denpasar, yang turut membantu dalam menyukseskan kegiatan sosialisasi tersebut.

Kegiatan sosialisasi tersebut diawali dengan sebuah game oleh pemateri pertama Deri Yulianti.

"Anak Cerdas Tolak Merokok," teriak seluruh peserta secara serempak, sehingga membuat para siswa SD 1 Saraswati semakin antusias.

Kemudian dilanjutkan dengan pemateri kedua Christina Theodora Sanger, yang menjelaskan lebih dalam mengenai bahaya penggunaan merokok.

Christina mengatakan, "Merokok merupakan pintu masuk bagi penggunaan narkoba."

Di akhir kegiatan sosialisasi tersebut, para siswa membuat janji pada diri mereka sendiri, agar tidak merokok dan mau belajar lebih giat agar menjadi anak-anak bangsa yang cerdas.

"Kegiatan sosialisasi ini perlu dilakukan karena sekarang sudah banyak anak SD yang merokok. Padahal mereka tidak mengetahui bahaya merokok tersebut secara lengkap," ujar Deri menjelaskan. (*)

Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help