TribunBali/
Home »

Bali

Sadis! Ibu di Kintamani Meronta Menangis Sembari Pegangi Lehernya yang Bersimbah Darah, Ternyata

Ni Nyoman Tutur ditemukan menangis, sembari meronta meminta pertolongan di halaman rumah, sambil memegang lehernya yang telah bersimbah darah.

Sadis! Ibu di Kintamani Meronta Menangis Sembari Pegangi Lehernya yang Bersimbah Darah, Ternyata
NET
Ilustrasi penebasan 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Peristiwa penganiayaan yang dilakukan anak terhadap orang tua kandung kembali terjadi.

Kali ini dialami oleh Ni Nyoman Tutur, wanita berusia 67 tahun asal Banjar Belancan, Desa Belancan, Kecamatan Kintamani, tersebut ditemukan menangis, sembari meronta meminta pertolongan di halaman rumah, sambil memegang lehernya yang telah bersimbah darah.

Dari informasi yang didapat, kejadian tersebut terjadi pada hari Senin (29/1), pukul 17.30 Wita.

Bermula dari Ketut Kartana (21) mendengar teriakan ibunya, dan setelah dicek, ibunya telah bersimbah darah.

Mengetahui hal tersebut, Kartana langsung memanggil pamannya yang bernama I Ketut Ruwat, di mana kala itu, dirinya tengah berada di rumahnya.

Keduanya pun langsung menolong Nyoman Tutur yang telah tergolek lemas.

Disaat bersamaan, I Ketut Kartana melihat kakaknya yang bernama Ni Nyoman Pastini tengah duduk di dapur dan masih memegang pisau besar (Blakas).

Melihat hal tersebut, Ketut Kartana langsung meminta pisau besar yang di bawa oleh kakaknya, yang mengalami gangguan kejiwaan sejak 20 tahun tersebut, dan diduga sebagai pelaku penganiayaan.

Sementara, atas inisiatif warga, Nyoman Tutur langsung dilarikan ke rumah sakit BMC agar segera mendapatkan penanganan medis, lantaran kondisinya telah lemas.

Sedangan Nyoman Pastini dilarikan ke RSJP Bali untuk mendapat penanganan kejiwaan.

Sementara itu, Kapolsek Kintamani, Kompol I Putu Gunawan, membenarkan bahwa pelaku memang mengalami gangguan kejiwaan, dan telah diamankan.

Di sisi lain, untuk Nyoman Tutur, dari keterangan petugas medis RSU BMC Bangli, korban mengalami luka menganga dengan panjang 11 cm, lebar 4 cm, dengan kedalaman 1 cm.

"Pelaku telah diamankan oleh anggota Polsek Kintamani, dan telah dibawa ke rumah sakit jiwa untuk dilakukan perawatan kejiwaan. Sedangkan korban, hingga kini masih dalam perawatan intensif petugas medis," ujarnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: ady sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help