Simpang Ring Banjar

Punya Anak di Luar Nikah, Ini Sanksi yang Dijatuhkan pada Warga Penglipuran

Adapun masyarakat Desa Penglipuran yang seandainya melakukan kesalahan di luar kawasan Desa Penglipuran, selama ada laporan

Punya Anak di Luar Nikah, Ini Sanksi yang Dijatuhkan pada Warga Penglipuran
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Pura Penataran di Desa Penglipuran, Bangli, Jumat (3/2/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Desa Penglipuran di Kelurahan Kubu, Bangli, Bali memiliki peraturan-peraturan untuk menjaga kebersihan tata ruang lingkungan.

Dan apabila terdapat masyarakat setempat yang melanggar akan diberikan sanksi.

Baca: Unik, Warga Desa Penglipuran yang Melakukan Poligami Atau Poliandri Ditempakan Khusus di Sini

Untuk sanksi sendiri terdiri dari tiga macam.

Yakni sanksi berupa materi (arta danda), dikucilkan (jiwa danda), serta sanski berupa melakukan ritual (askara danda) yaitu mengaturkan panca sato di pura desa, pura puseh, pura dalem, dan pura prapatan (catus pata).

Dijelaskan, sanksi berupa materi seperti tidak mengikuti gotong royong yang dilakukan satu minggu sekali.

Saksi materi pun nominalnyua hanya Rp. 500.

Kecilnya nominal sanski menurut Wayan Supat untuk menumbuhkan efek malu.

Wisatawan mengunjungi Desa Penglipuran, Bangli, Jumat (2/2/2018)
Wisatawan mengunjungi Desa Penglipuran, Bangli, Jumat (2/2/2018) (Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury)

Sedangkan sanksi berupa banten pecaruan, si pelanggar diwajibkan untuk menghaturkan sesajen berupa bakti pecaruan dengan jumlah ayam 1 unit pecaruan panca-sato (5 ekor ayam) di 4 pura, yaitu pura penataran, pura puseh, pura dalem, dan di catuspata. 

Berdasarkan penuturan dari Bendesa Adat Desa Penglipuran, I Wayan Supat, sanksi berupa menghaturkan banten pecaruan tersebut sudah dibuat sejak tahun 2005.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved