Berjalan di Jalan Sunyi, Darma Putra Raih Hadiah Sastera Rancage 2018

Buku prosa liris berwarna hitam dengan gambar cover berupa ujung ilalang berisi embun mendapatkan Hadiah Sastera Rancage tahun 2018.

Berjalan di Jalan Sunyi, Darma Putra Raih Hadiah Sastera Rancage 2018
Istimewa
I Gde Agus Darma Putra ketika membaca puisi 

Laporan wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Buku prosa liris berwarna hitam dengan gambar cover berupa ujung ilalang berisi embun mendapatkan Hadiah Sastera Rancage tahun 2018 untuk karya sastra berbahasa Bali.

Buku tersebut merupakan kumpulan prosa liris karya Nirguna atau yang lebih dikenal dengan nama I Gde Agus Darma Putra dengan judul “Bulan Sisi Kauh.”

“Bersastra adalah jalan sunyi. Tidak banyak orang yang berjalan di jalan itu. Karena sunyi, maka dituntut ketahanan,” kata Darma Putra ketika ditemui, Rabu (7/2/2018).

Pria asal Bangli ini mengatakan ketahanan yang dimaksud adalah ketahanan dari kesunyian.

Menurutnya, menyendiri adalah cara masuk ke dalam ramai.

Ia juga menambahkan ‘Bulan Sisi Kauh’ tersebut merupakan anak dari Nirguna, begitu juga sebaliknya.

“Keduanya saling melahirkan karena karya dibuat sebagai pelunasan hutang. Begitulah yang diajarkan kepada saya dari dulu,” imbuhnya.

Menurut juri untuk sastra Bali, Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, buku ‘Bulan Sisi Kauh’ merupakan satu-satunya kumpulan prosa liris yang terbit tahun 2017.

“Tak banyak sasterawan Bali yang menulis prosa liris, tapi Nirguna justru melahirkan karya pertamanya berbentuk prosa liris yang tampil dengan ekspresi bahasa Bali yang kuat, segar, orisinal,” kata Prof. Darma Putra.

Halaman
12
Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help