LS Mengeluh Sakit di Alat Kelamin, Gadis 13 Tahun Asal Nusa Penida Diduga Jadi Korban Pencabulan

Seorang gadis berinisial LS (13), diduga dicabuli oleh seorang pria berinisial WR (50), warga Desa Kutampi Kaler, Nusa Penida.

LS Mengeluh Sakit di Alat Kelamin, Gadis 13 Tahun Asal Nusa Penida Diduga Jadi Korban Pencabulan
Surya
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kasus pencabulan anak dibawah umur berhembus di Nusa Penida.

Seorang gadis berinisial LS (13), diduga dicabuli oleh seorang pria berinisial WR (50), warga Desa Kutampi Kaler, Nusa Penida. Kasus ini pun telah perbincangan di desa setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus pemcabulan anak di bawah umur ini sudah terjadi (25/1) lalu, namun baru dilaporkan, Selasa (5/2).

Kejadian ini bermula ketika korban bermain, namun tidak kunjung kembali kerumah hingga larut malam.

Karena tidak kunjung pulang, keesokan harinya ibu korban pun mencari-cari korban dengan menanyakannya ke tetangga.

Bahkan,  ibu korban mencari anaknya hingga larut malam, sampai akhirnya bertemu dengan  ke terlapor (WR) sekitar pukul 21.00 Wita (26/1).

Setelah sempat menanyakan putrinya ke WR, sejam kemudian putrinya tiba-tiba pulang kerumah dan langsung tidur.

Namun keesokan harinya (17/1), korban LS mengeluh sakit di alat kelaminya, sehingga orang tua korban memeriksakan kondisi putrinya tersebut ke Puskesmas Nusa Penida I.

Kecurigaan pun muncul, orang tua LS lalu menanyakan apa yang sebenarnya dilakukan oleh LS saat menghilang selama sehari.

Betapa kagetnya mereka, ketika LS mengaku dipaksa untuk berhubungan selayaknya suami istri oleh WR.

Mendengar pengakuan tersebut, orang tua LS lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Nusa Penida.

Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Suastika membenarkan kasus tersebut. Namun karena termasuk kasus pencabulan dibawah umur, kasus tersebut langsung dilimpahkan ke Polres Klungkung.

"Kasusnya ditangani di Polres," Jelas Kaposek Nusa Penida Kompol I Ketut Suastika, Selasa malam (6/2)

Sementara, Kasat  Reskrim Polres Klungkung AKP I Made Agus Dwi Wirawan belum dapat memberikan informasi rinci terkait kasus tersebut.

"Kasus tersebut masih kami sidik," Ujarnya singkat. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved