Pilu, Kisah Dua Gadis di Ambang Maut Usai Tertimbun Longsor Jalan Bandara Soekarno-Hatta

Dia masih ingat, temannya itu terjepit dalam mobil yang sama. Belum sempat melihat kondisi sahabatnya

Pilu, Kisah Dua Gadis di Ambang Maut Usai Tertimbun Longsor Jalan Bandara Soekarno-Hatta
Kolase
Dianti Dyah Ayu Cahyani 

TRIBUN-BALI.COM - Persahabatan dua perempuan Dianti Dyah Ayu Cahtani alias Putri dan Mukhmainnah, bisa membuat banyak orang iri.

Keduanya bersahabat sangat baik, bahkan di saat keduanya sedang mengalami derita yang sangat berat, masih saling menanyakan kabar.

Keduanya adalah korban yang tertimpa ambrolnya tembok di Jalan Perimeter Selatan, Bandara Soerkano-Hatta, dan terjebak di bawah materil tanah dan beton selama 12 jam.

Peristiwa yang mengharukan, dalam kondisi trauma berat, sebelum akhirnya meninggal dunia, Dianti Dyah Ayu Cahyani alias Putri, menanyakan kabar sahabatnya, Mukhmainnah.

Dia masih ingat, temannya itu terjepit dalam mobil yang sama.

Belum sempat melihat kondisi sahabatnya, Putri mengembuskan nafas terakhir.

Mukhmainnah, yang kondisinya lebih baik dibandingkan Putri dan kini masih dalam perawatan, juga berkali-kali menanyakan kabar Putri.

Tapi orang-orang di sekelilingnya terpaksa tak memberikan kabar kalau Putri telah meninggal dunia.

Alasannya, kondisi Mukhmainnah belum stabil.

Diberitakan, Dianti Dyah Ayu Cahtani alias Putri meninggal di Rumah Sakit Mayapada, Tangerang, Banten.

Suasana evakuasi longsor di Bandara Soekarno Hatta
Suasana evakuasi longsor di Bandara Soekarno Hatta (Kolase)
Halaman
123
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help