Runtuhnya Penyengker Pura Renggut Nyawa Wayan Suwista, Pengempon Pura Urunan Biaya Kremasi

Kelian Pengemong Pura Dalem Bukit, I Wayan Mendra mengambil tanah di TKP sebanyak tiga kali. Lalu tanah dimasukkan ke dalam wadah.

Runtuhnya Penyengker Pura Renggut Nyawa Wayan Suwista, Pengempon Pura Urunan Biaya Kremasi
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Kelian Pura Dalem Bukit Bitera, I Wayan Mendra mengambil tanah di TKP untuk dihanyutkan ke segara, Selasa (6/2/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Krama akan menanggung semua biaya krematorium korban dengan sumber dana urunan krama pengempon Pura Dalem Bukit.

Pasca runtuhnya penyengker Pura Dalem Bukit, Banjar Roban, Kelurahan Bitera, Gianyar, Bali yang merenggut nyawa I Wayan Suwista, krama banjar setempat menggelar paruman.

Krama setempat juga telah menggelar penyucian aura niskala di tempat kejadian perkara (TKP), Selasa (6/2/2018).

Saat Tribun Bali mengunjungi Pura Dalem Bukit, Selasa pagi, puluhan krama berpakaian adat madya berkumpul di depan TKP.

Raut wajah mereka masih sayu, karena masih berduka.

Tepat di depan TKP, Kelian Pengemong Pura Dalem Bukit, I Wayan Mendra mengambil tanah di TKP sebanyak tiga kali. Lalu tanah dimasukkan ke dalam wadah.

"Tanah ini akan kami hanyut ke segara (pantai)," ujar Mendra.

Menurur Mendra, ritual ini dilakukan atas petunjuk dari Ida Pedanda, dengan tujuan supaya aura negatif yang terdapat di sana usai musibah bisa dinetralisir.

"Saat ini masyarakat masih syok, karena takut peristiwa terulang. Semoga, dengan ritual ini, rasa ketakutan warga bisa hilang, dan kejadian serupa tak terjadi lagi," harapnya.

Pada 15 Februari, pihaknya akan menggelar ritual Caru Balik Sumpah dan Tebasan Guru Piduka di Pura Dalem Bukit.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help