Imlek Sebentar Lagi, Jauhi Diri Dari 13 Pantangan Ini Agar Tak Tertimpa Sial

Semua patangan dan larangan ini hanya semata-mata merupakan tradisi/kebiasaan agar keberuntungan pada sepanjang tahun

Imlek Sebentar Lagi, Jauhi Diri Dari 13 Pantangan Ini Agar Tak Tertimpa Sial
Tribun Bali/ Rizal Fanany
Warga keturunan Tionghoa memakai pakaian adat Bali menggelar persembahyangan Tahun Baru Imlek 2568 di Griya Kongco Dwipayana, Denpasar, Bali, Sabtu (28/1/2017). 

TRIBUN-BALI.COM - Beberapa hari lagi warga Tionghoa kembali merayakan hari raya Imlek.

Hari raya yang kini sudah ditetapkan sebagai hari libur nasional itu dirayakan layaknya lebaran bagi masyarakat Melayu.

Imlek diisi dengan saling bersilahturahmi antar anak keluarga maupun antar sesama warga lintas agama maupun suku bangsa.

Masyarakat Tionghoa menganggap hari pertama Tahun Baru Imlek merupakan awal mulanya nasib dan keberuntungan pada tahun yang bersangkutan sehingga banyak sekali larangan dan pantangan dalam merayakan Tahun Baru Imlek.

Boleh percaya boleh tidak, semua tergantung kita.

Karena semua patangan dan larangan ini hanya semata-mata merupakan tradisi/kebiasaan agar keberuntungan pada sepanjang tahun baru ini menjadi lebih baik dan terhindar dari nasib-nasib buruk.

Tentunya, seiring dengan perkembangan zaman, beberapa pantangan maupun larangan sudah mulai ditinggalkan.

Beberapa pantangan dan larangan terhadap kegiatan yang disebut seperti dibawah ini hanya merupakan referensi dan pengetahuan tentang tradisi pantangan dalam merayakan Tahun Baru Imlek.

Warga keturunan Tionghoa memakai pakaian adat Bali menggelar persembahyangan Tahun Baru Imlek 2568 di Griya Kongco Dwipayana, Denpasar, Bali, Sabtu (28/1/2017).
Warga keturunan Tionghoa memakai pakaian adat Bali menggelar persembahyangan Tahun Baru Imlek 2568 di Griya Kongco Dwipayana, Denpasar, Bali, Sabtu (28/1/2017). (Tribun Bali/ Rizal Fanany)

Berikut 13 pantangan maupun larangan dalam merayakanImlek dilansir dari laman Tionghoa.info :

1. Dalam ucapan, kata-kata seperti Mati, Miskin, Hilang, Rusak, Sakit, Mati, Hantu, Habis, kalah dan kata-kata lainnya yang tidak baik atau yang mengandung arti negative juga tidak boleh diucapkan.

Halaman
123
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help