5 Tahun Menderita Penyakit Jantung, Dadong di Kintamani Nekat Gantung Diri di Pohon Jambu

Kali ini dilakukan oleh Ni Wayan Subrati, wanita berusia 70 tahun asal Tempek Tiblun, Desa Siakin, Kintamani, Bangli ini nekat melakukan gantung diri

5 Tahun Menderita Penyakit Jantung, Dadong di Kintamani Nekat Gantung Diri di Pohon Jambu
Istimewa
Proses evakuasi jenazah Wayan Subrati dari pohon jambu, Sabtu (10/2) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Depresi akibat sakit menahun, hingga berakhir dengan cara mengambil jalan pintas, kembali terjadi.

Kali ini dilakukan oleh Ni Wayan Subrati, wanita berusia 70 tahun asal Tempek Tiblun, Desa Siakin, Kintamani, Bangli ini nekat melakukan gantung diri di pohon jambu air yang terletak di sebelah barat dapur miliknya.

Infomasi yang dihimpun, kejadian tersebut diketahui pertama kali oleh suaminya sendiri, yang bernama I Nengah Pelesot (70), pada hari Sabtu (10/2/2018) pukul 06.00 Wita.

Kala itu, Nengah Pelesot baru saja bangun tidur dan mencari istrinya, namun saat dicari keluar rumah, dilihatlah sang istri telah meninggal dengan cara gantung diri, menggunakan selendang berwarna merah dan coklat di pohon jambu air.

Menyadari hal tersebut, sontak Nengah Pelesot berteriak meminta bantuan tetangga.

Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi, membenarkan bahwa telah terjadi kejadian gantung diri di wilayah Kecamatan Kintamani.

Pihaknya menjelaskan, setelah mendapat laporan dari warga, melalui pihak polsek Kintamani telah mendatangi lokasi sekitar untuk melakukan olah TKP, serta mencari keterangan para saksi.

Kata Sulhadi, dari pemeriksaan terhadap tubuh korban oleh bidan Desa Siakin Ni Made Wandari, diproleh hasil pada leher korban ditemukan luka bekas jeratan, kemaluan ditemukan cairan dan pada anus ditemukan kotoran.

"Dari hasil pemeriksaan juga tidak ditemukan tanda tanda kekerasan pada tubuh korban. Sehingga dapat dipastikan korban meninggal murni akibat bunuh diri," tegasnya.

Terkait motif tindakan nekat yang dilakukan Ni Wayan Subrati, AKP Sulhadi mengatakan, jika korban mengalami sakit jantung dan hipertensi, meski sebelumnya pernah opname dua kali, penyakit tersebut tidak kunjung sembuh.

"Diduga korban depresi akibat penyakit ini, karena penyakit yang diderita sudah hampir 5 tahun, dan sempat opname dua kali, namun tak kunjung sembuh," tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved