Keluarga Made Rai Gelar Upacara Penebusan di TKP, Begini Penjelasan Dharma Wacana: Ulah Pati

Sementara itu tujuan dari gelar upacara penebusan, berdasarkan Dharma Wacana dari Ida Pandita Mpu Jya Acharya Nanda, bahwa mati salah pati

Keluarga Made Rai Gelar Upacara Penebusan di TKP, Begini Penjelasan Dharma Wacana: Ulah Pati
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Keluarga korban menggelar upacara penebusan, Sabtu (10/2/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Pasca peristiwa tewasnya I Made Rai (42) yang terlibat perkelahian dengan pria bernama Nyoman Suama (32) asal  Tejakula, Buleleng, pihak keluarga dari korban langsung melakukan ritual penebusan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Pihak keluarga menyatakan, saat ini jenazah korban sudah berada di RSUD Mangusada, Badung.

"Kami melakukan ritual penebusan disini (TKP)," kata salah satu pihak keluarga yang enggan disebutkan namanya.

Dia menyebutkan, peristiwa ini diduga terjadi karena kesalahpahaman antara korban dan pelaku.

Keluarga korban gelar upacara penebusan di lokasi kejadian, Sabtu (10/2/2018).
Keluarga korban gelar upacara penebusan di lokasi kejadian, Sabtu (10/2/2018). (Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan)

Sementara itu tujuan dari gelar upacara penebusan, berdasarkan Dharma Wacana dari Ida Pandita Mpu Jya Acharya Nanda, bahwa mati salah pati adalah mati yang tidak terduga-duga akibat kecelakaan.

Terkait ritualnya, jika kita berpatok pada tradisi lama, maka orang yang mati salah pati itu tidak bisa diaben.

Namun berdasarkan Pesamuhan Agung para sulinggih dan walaka di Campuhan, Ubud, tanggal 21 Oktober 1961, orang yang meninggal ini dapat diupacarai sebagai orang mati biasa (sakit).

Namun harus ditambah dengan upacara penebusan, yang dilakukan di tempat orang itu meninggal, catuspata dan bibir setra.

Bila tidak dilakukan seperti itu, lalu bagaimana dampaknya? Yang jelas, kalau kita berbicara masalah agama, kan tidak menyangkut hukum positif.

Dia menyangkut norma. Tapi kenyataannya banyak orang yang mati salahpati tidak menggelar ritual ini, meskipun tubuhnya sudah diaben atau kalau di Gianyar sampai upacara ngeroras, mohon maaf, atmannya masih tetap kesasar.

Korban tewas bersimbah darah akibat perkelahian yang terjadi di sebuah rumah kos di Banjar Kang Kang, Desa Pererenan, Mengwi, Badung, Sabtu (10/2/2018).
Korban tewas bersimbah darah akibat perkelahian yang terjadi di sebuah rumah kos di Banjar Kang Kang, Desa Pererenan, Mengwi, Badung, Sabtu (10/2/2018). (Istimewa)
Halaman
123
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help