Gunung Agung Terkini

Status Gunung Agung Turun, Pengungsi di GOR Swecapura Pilih Bertahan di Pengungsian, Ini Sebabnya

Ni Ketut Sari akan tetap berada di pengungsian karena desanya masih masuk dalam radius bahaya erupsi gunung Agung

Status Gunung Agung Turun, Pengungsi di GOR Swecapura Pilih Bertahan di Pengungsian, Ini Sebabnya
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kondisi di Posko pengungsian Gor Swecapura, Gelgel, Klungkung, Sabtu (10/2) 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Ni Ketut Sari (45) dan kerabatnya sedang metanding canang ketika ditemui di Pos Pengungsian Gor Swecapura, Klungkung, Sabtu (10/2/2018) .

Pengungsi asal Desa Sebudi, Selat, Karangasem tersebut terdiam sejenak, ketika mendengar informasi jika status aktivitas vulkanik Gunung Agung secara resmi kembali diturunkan dari level IV (Awas) menjadi level III (Siaga).

Gunung Agung, Sabtu, (10/2/2018) pukul 00:00-06:00 WITA
Gunung Agung, Sabtu, (10/2/2018) pukul 00:00-06:00 WITA (PVMBG / Magma Indonesia)

Ia pun terdengar bergumam berucap syukur. Doanya selama tinggal di Pengungsian akhirnya terwujud, setelah aktivitas vulkanik Gunung Agung dinyatakan mengalami penurunan.

“Sejak di pengungsian ini, setiap hari kami selalu berdoa agar aktivitas vulkanik Gunung Agung bisa mereda. Akhirnya doa kami terkabul, dan sekarang status gunungnya bisa turun.Tapi kami masih menunggu infomasi dulu dari pihak Desa apakah kami sudah boleh kembali,” Ujar Ni Ketut Sari

Dengan penurunan status tersebut, otomatis radius bahaya erupsi Gunung Agung dipersempit menjadi sekitar 4 Kilometer dari kawah Gunung Agung.

Meskipun demikian, Ni Ketut Sari akan tetap berada di pengungsian karena desanya masih masuk dalam radius bahaya erupsi gunung Agung

"Jalan rumah kami juga sudah rusak diterjang lahar dingin. Kami lihat situasi dulu, apakah kembali ke rumah atau tidak. Kami menunggu intruksi dari pemerintah," Ungkap Ketut Sari

Hal serupa juga diungkapkan pengungsi lainnya, I Wayan Lingga. Ia mengaku belum bisa kembali ke kampung halamannya di Desa Sebudi, karena khawatir Gunung Agung masih mengalami erupsi.

"Kalau belum benar-benar normal kami tidak berani kembali ke rumah. Apakah pemerintah berani menjamin keselamatan kami kalau kembali? Kami sangat takut, mending kami sementara tinggal disini sampai kondisinya benar-benar normal" ungkapnya

Kalak BPBD Klungkung I Putu Widiada menjelaskan, setelah status gunung Agung turun dari Awas menjadi Siaga, hingga Sabtu (10/2) sore belum ada pergerakan pengungsi pulang ke kampung halaman mereka.

"Sampai sore ini, belum ada pengungsi yang melapor kepada kami untuk pulang. Tapi biasanya pengungsi akan kembali ke kampung halamannya, 2 hari setelah penurunan status," Ujar Kalak BPBD Klungkung, I Putu Widiada.

Berdasarkan data terakhir BPBD Klungkung, jumlah total pengungsi di Klungkung 1.867 jiwa yang tersebar di 13 Desa/Kelurahan di 4 Kecamatan di Klungkung. Sementara, di Gor Swecapura saja masih tersisa 458 jiwa pengungsi. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help