Tangis Sang Dewi di Tembok Bengkel, Apakah Maknanya?

Ukiran khas Bali menjuntai di belakang sang dewi, dan terlihat pula kata bijak dari Mahatma Gandhi.

Tangis Sang Dewi di Tembok Bengkel, Apakah Maknanya?
Tribun Bali/I Putu Supartika
Salah seorang warga melihat mural karya Wild Drawing (WD) di Jalan Sedap Malam, Denpasar, Sabtu (10/2/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seorang dewi yang menggunakan gelungan terlihat sedang memandang padi yang ada di tangannya.

Dari ujung mata kirinya terlihat air matanya menetes membasahi pipi.

Di depannya, kepala naga yang garang dengan taring panjang dan mimik yang mengerikan menghadap ke timur.

Ukiran khas Bali menjuntai di belakang sang dewi, dan terlihat pula kata bijak dari Mahatma Gandhi.

"Eart provides enough to satisfy every man’s needs but not every man’s greed," begitu bunyi kata bijak tersebut.

Itulah karya mural terbaru, tahun 2018 dari Wild Drawing (WD), seniman asal Nusa Penida, Klungkung yang kini tinggal di Athena, Yunani.

Mural ini terletak di Jalan Sedap Malam, Denpasar, Bali, tepatnya dekat areal persawahan di tembok sebelah kanan bengkel Sedap Malam Motor Car Wash and Service.

Ketika Tribun Bali menyambangi tempat itu, terlihat seorang warga, Putra Ariawan, tengah memandangi mural tersebut lekat-lekat.

Ia memandangi setiap detail dari karya seni yang didominasi warna oranye itu.  

“Menurut saya, karya ini bercerita tentang Dewi Sri, dewi padi yang melihat kenyataan sawah saat ini dan membuat ia menangis. Apalagi ini diperkuat kutipan dari Mahatma Gandi,” kata Putra sambil menunjuk kata bijak Mahatma Gandi dalam mural itu, Sabtu (10/2/2018) siang. (*)

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved