Keluarga Besar Korban Penebasan di Pererenan Syok, Adik Sepupu Ungkap Sosok Made Rai

Gede Mustika hanya bisa terduduk diam sembari mengurus administrasi kepulangan jenazah kakak sepupunya I Made Rai Sina (42)

Keluarga Besar Korban Penebasan di Pererenan Syok, Adik Sepupu Ungkap Sosok Made Rai
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Keluarga korban menggelar upacara penebusan, Sabtu (10/2/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Gede Mustika hanya bisa terduduk diam sembari mengurus administrasi kepulangan jenazah adik sepupunya I Made Rai Sina (42), dari ruang jenazah RSUD Mangusada, Badung, Sabtu (10/2) petang.

Rai Sina meninggal akibat perkelahian dengan I Nyoman Suama, kemarin siang.

Mustika mengaku sangat kehilangan dengan meninggalnya Rai Sina.

Keluarga besar pun syok, apalagi tewas secara mengenaskan dengan luka tebas hampir di sekujur tubuh.

Dia menuturkan, sosok sepupunya tersebut memang memiliki perawakan yang gede ganggas (besar tinggi) dan memiliki watak yang agak keras dibandingkan orang biasanya.

“Orangnya (korban) memang agak keras,” ucapnya saat ditemui.

Pria yang akrab disapa Made Rai tersebut memang dikenal sebagai bebotoh tajen.

Warga asal Banjar Sedahan, Desa Munggu, ini selalu ikut berkecimpung di acara judi sabung ayam di wilayah Badung.

“Iya memang suka tajen, setiap ada acara tajen selalu datang. Ia juga sempat ajak kakak saya ke sana (lokasi tajen),” imbuhnya.

Keseharian korban adalah sebagai sopir truk. “Dia memang punya mobil truk sendiri untuk usaha,” tutur Mustika.

Halaman
12
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help