Meriahnya Lomba Membuat Jajanan Bali di Kayun Organic Restaurant, Trisna: Gampang-gampang Susah

Dalam lomba ini, siswa dari SMK Negeri 2 Sukawati ini membuat dua jenis jajanan, lempog dan bubuh sumsum.

Meriahnya Lomba Membuat Jajanan Bali di Kayun Organic Restaurant, Trisna: Gampang-gampang Susah
Tribun Bali/Paramitha Ganeshwari
Lomba Membuat Jajanan Bali di Kayun Organik Resto, Desa Mas, Gianyar. Pesertanya terdiri dari anak-anak muda. 

TRIBUNBALI.COM, GIANYAR – Membuat jajanan Bali itu gampang-gampang susah.

Begitu komentar Trisna bersama partnernya Leo ketika mengikuti Lomba Membuat Jajanan bali di Kayun Organic Restaurant, Jalan Raya Mas, Ubud, Giayar, Bali pada Minggu (11/2/2017).

Dalam lomba ini, siswa dari SMK Negeri 2 Sukawati ini membuat dua jenis jajanan, lempog dan bubuh sumsum.

Sekilas dua jajanan itu terlihat sederhana, namun proses pembuatannya tidaklah instan.

“Ini untuk pertama kalinya kami berdua membuat jajan Bali. Mungkin itu yang membuatnya sulit. Kami masih belum terlalu bisa mengira-ngira takaran tepung dan air untuk membuat bubuh sumsum yang tepat. Salah sedikit saja, adonannya bisa pecah,” ujar Trisna seusai mempresentasikan masakannya di hadapan dewan juri.

Meskipun demikian, ia dan rekannya cukup merasa puas dengan jajan hasil buatan mereka.

Trisna dan Leo baru beberapa hari lalu belajar membuat jajanan Bali.

Mereka mengaku suka dengan jajanan Bali dan sering mengonsumsinya, tetapi belum pernah membuatnya.

Sebelum lomba, keduanya banyak bertanya pada orangtua, bahan-bahan apa saja yang diperlukan untuk membuat lempog dan bubuh sumsum.

“Kami juga belajar dari internet, melihat contoh bagaimana cara penyajian yang baik. Kami ingin menyajikan jajanan Bali dengan tampilan yang cantik dan lebih modern,” tambah Leo.

Halaman
12
Penulis: Ni Putu Diah paramitha ganeshwari
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved