Soal Motif Pembunuhan Mengerikan Made Rai di Mengwi, Ini Kata Polisi

Sat Reskrim Polres Badung hingga kini masih melakukan pengembangan kasus perkelahian yang mengakibatkan tewasnya Made Rai Sina (40)

Soal Motif Pembunuhan Mengerikan Made Rai di Mengwi, Ini Kata Polisi
Istimewa
Korban tewas bersimbah darah akibat perkelahian yang terjadi di sebuah rumah kos di Banjar Kang Kang, Desa Pererenan, Mengwi, Badung, Sabtu (10/2/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Sat Reskrim Polres Badung hingga kini masih melakukan pengembangan kasus perkelahian yang mengakibatkan tewasnya Made Rai Sina (40), di sebuah kosan pelaku di Jalan Tumbakbayuh, Pererenan, Mengwi, Badung. 

Kasat Reskrim Polres Badung, AKP Made Pramasetia mengatakan, kejadian tersebut dipicu dari perdebatan atau cekcok yang terjadi antara korban dan pelaku saat korban mendatangi kosan pelaku. 

"Tiba-tiba korban menggedor pintu kamar pelaku sambil mengucap kata-kata menantang dan terjadilah perkelahian sampai korban tewas," kata AKP Made Pramasetia kepada Tribun Bali, Minggu (11/2/2018). 

Namun, saat ditanya apakah kejadian itu terjadi karena permasalah judi tajen ayam antara korban dan pelaku, pihaknya belum bisa menyimpulkan secara pasti dan masih mendalami motif atau akar permasalahan terjadinya perkelahian tersebut. 

"Belum jelas, masih belum ada saksi-saksi yang menguatkan itu. Kita amankan barang bukti satu buah pedang milik pelaku satu pisau lipat milik korban," singkatnya. 

Seperti diketahui, Warga Desa Parerenan dihebohkan dengan perisitiwa perkelahian yang mengakibatkan satu orang tewas tergeletak bersimbah darah di rumah kos-kosan daerah Parerenan, Mengwi, Badung. 

Kejadian terjadi tadi siang sekitar pukul 12.05 Wita, saat itu pelaku yang bernama I Nyoman Suama (32) didatangi oleh korban I Made Rai Sina (42), di sana terjadi debat mulut dan saling hantam antara pelaku dan korban. 

"Awal mula korban datang ke rumah pelaku untuk mencari pelaku sehingga terjadi cekcok atau perkelahian antara korban dan pelaku. Kasus ini masih dalam penyelidikan dan motifnya masih kita dalami," kata salah seorang sumber. 

Dalam penyelidikan ini, pihak kepolisian menemukan satu buah pisau lipat, kartu ormas milik korban, potongan kulit kepala, dan potongan jari telunjuk kaki kiri. 

Saat ditemukan kondisi korban sudah berlumuran darah dengan pergelangan tangan kiri hampir putus, luka tebas di ‎dada sebelah kiri, ‎luka robek dibagian kepala kanan atas, ‎‎luka robek pada telinga kiri, putus pada ibu jari dan kelingking kaki kiri. 

Halaman
123
Penulis: Fauzan Al Jundi
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help