Dharma Wacana

Dharma Wacana: Moral Hancur Ketika Hanya Jadi Penikmat

Belakangan ini kerap kita dengar adanya tindakan anarkis, yang dilakukan oleh ‘nyama peturu Bali’.

Dharma Wacana: Moral Hancur Ketika Hanya Jadi Penikmat
TRIBUN BALI
Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda 

TRIBUN-BALI.COM - Belakangan ini kerap kita dengar adanya tindakan anarkis, yang dilakukan oleh ‘nyama peturu Bali’. Bahkan kasus terbaru terjadi di Kabupaten Badung, yang mengakibatkan orang meninggal.

Kondisi ini tentu sangat menyayat hati kita sebagai orang Bali, yang memiliki falsafah agung ‘Tat Twam Asi’ (aku adalah kamu, kamu adalah aku).

Kondisi ini juga menjadi ironis, karena terjadi di tengah intensitas ritual keagamaan yang relatif padat, dan hampir terjadi setiap hari di Bali.

Lalu, apa yang melatarbelakangi moral umat Hindu terus mengalami degradasi (kemerosotan) seperti itu?

Kondisi ini merupakan cerminan dari investasi perilaku seorang pejabat pemerintahan, lembaga desa pakraman dan media massa. Dan, faktor paling berpengaruh ialah masyarakat saat ini hanya menjadi penikmat.

Terkait pejabat pemerintahan, semestinya pemerintah (negara) dalam hal ini harus hadir ketika perilaku masyarakat menyimpang.

Namun kenyataannya, jangankan memperbaiki perilaku masyarakat, para pejabat sendiri justru malah mempertontonkan hal-hal yang tidak elok.

Seperti melakukan black campaign (kampanye hitam), saling kriktik tanpa memberikan solusi, juga ada yang berjanji di pura namun tidak ditepati.

Saat ini sangat sulit sekali melihat ada pemimpin yang menjadi teladan masyarakat. Bahkan, saat ada pemimpin yang memiliki jiwa keteladanan, mereka dikeroyok habis-habisan.

Nah, perilaku negatif dari penguasa inilah yang terpatri di alam bawah sadar masyarakat.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help