Babak Baru Sidang Tuntutan 19 Ribu Ekstasi di Akasaka, Jaksa Kompak Tunda Tuntutan 2 Terdakwa Ini

Dua terdakwa dalam kasus dugaan jual beli 19 ribu ekstasi di Club Akasaka Denpasar yaitu Abdurahman Willy alias Willy dan Iskandar Halim batal

Babak Baru Sidang Tuntutan 19 Ribu Ekstasi di Akasaka, Jaksa Kompak Tunda Tuntutan 2 Terdakwa Ini
Tribun Bali/Putu Candra
Willy (kanan) dan Iskandar Halim di PN Denpasar Senin (2/2). Namun sidang yang seharusnya mengagendakan pembacaan tuntutan ditunda, lantaran jaksa penuntut belum siap. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dua terdakwa dalam kasus dugaan jual beli 19 ribu ekstasi di Club Akasaka Denpasar yaitu Abdurahman Willy alias Willy dan Iskandar Halim batal dituntut.

Jaksa penuntut belum siap membacakan tuntutan pada Senin (12/2) di Pengadilan Negeri Denpasar.

"Tuntutan belum turun dari pusat. Jadi kami mohon izin penundaan sidang pembacaan tuntutan sampai Senin pekan depan yang mulia majelis hakim," pinta I Nyoman Bela Putra Atmaja selaku jaksa penuntut untuk terdakwa mantan marketing manager Akasaka, Willy.

Terhadap permintaan Jaksa Bela, Majelis hakim yang dipimpin I Made Pasek menolak permohonan jaksa, dan meminta pembacaan tuntutan pada hari Kamis ini.

"Kami minta hari itu, penuntut umum menghadirkan terdakwa untuk menjalani sidang tuntutan. Karena ini berkaitan dengan masa penahanan terdakwa," tegas Hakim Ketua I Made Pasek.

Di persidangan terpisah dengan terdakwa Iskandar Halim, Jaksa Ni Luh Oka Ariani Adikarini menyatakan belum siap terhadap pembacaan surat tuntutan.

"Kami mohon waktu satu minggu lagi majelis hakim, karena tuntutan belum turun dari Kejaksaan Agung," ujarnya di hadapan majelis hakim pimpinan Ida Ayu Nyoman Adnyadewi.

Hakim Ketua Ida Ayu Nyoman Adnyadewi hanya memberikan waktu tiga hari kepada jaksa penuntut untuk segera membacakan surat tuntutan terdakwa Iskandar Halim.

"Kami sudah berunding dengan majelis hakim yang lainnya, dan sidang tuntutan kami tetapkan hari Kamis tanggal 15 Pebruari 2018," tegasnya.

Sementara dibeberkan ditangkapnya Willy, berawal dari tertangkapnya Dedi Setiawan pada Kamis 1 Juni 2017 di Banten dengan barang bukti 19 ribu butir ekstasi.

"Kemudian petugas Direktorat Tindak Pidana (Dittipid) Narkoba Bareskrim Mabes Polri melakukan pengembangan dan didapat bahwa ekstasi itu akan dijual melalui perantara yaitu Iskandar, dan Budi Liman kepada Willy," papar Jaksa Bela kala membacakan surat dakwaan di persidangan.

Kemudian pada Hari Senin tanggal 5 Juni 2017 sekitar pukul 14.00 Wita terdakwa Willy ditangkap oleh petugas dari Bareskrim Mabes Polri di Lobi Diskotik Akasaka. (*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved