Dengar Pengakuan Ketut Hendra Senang Ditangkap Polisi Gara-gara Hal Ini, Kapolsek Sukawati Tertawa

Usai mengusap air mata, ia mengaku lebih baik menghabiskan hari-harinya di sel tahanan, daripada bersama istrinya.

Dengar Pengakuan Ketut Hendra Senang Ditangkap Polisi Gara-gara Hal Ini, Kapolsek Sukawati Tertawa
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
I Ketut Hendra Supriadi (kiri) bersama pelaku pencurian lainnya saat diamankan Reskrim Polsek Sukawati, Selasa (13/2) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – I Ketut Hendra Supriadi (29) tampak santai saat digiring anggota Unit Reskrim Polsek Sukawati, Selasa (13/2/2018) pagi.

Pria ber-KTP, Jalan Tunjung 1, Lingkungan Anyar Sari, Desa Baler Agung, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana ini justru mengaku senang ditangkap polisi.

Bahkan, pencurian uang senilai Rp 18 juta di toko baju Polo,di Sukawati, yang merupakan toko tempatnya bekerja sebagai tenaga teknisi, sudah direncanakannya supaya ditangkap polisi.

Saat Tribun Bali menanyakan alasannya sengaja berurusan dengan polisi, Hendra tampak menitikkan air mata sebelum memberikan penjelasan.

Usai mengusap air mata, ia mengaku lebih baik menghabiskan hari-harinya di sel tahanan, daripada bersama istrinya.

Namun ia tidak mengungkap secara rinci permasalahannya dengan sang istri. Hanya saja, dia mengaku sejak beberapa bulan ini, ayah dua anak ini sudah tidak akur lagi dengan istrinya.

“Saya memang sudah merencanakan pencurian ini, supaya saya ditangkap polisi. Karena permasalahan keluarga, saya tidak akur lagi sama istri. Makanya saya tidak pergunakan hasil curian itu, saya simpan untuk esoknya saya serahkan sebagai barang bukti. Silahkan orang mau bilang saya bohong. Kalau saya memang ingin mencuri, kenapa saya lakukan setengah-setengah,” akunya.

Kapolsek Sukawati, Kompol Pande Sugiarta terlihat tertawa mendengar pengakuan Hendra.

Menurut dia, hal tersebut merupakan pengakuan mengada-ngada. Sebab, berdasarkan hasil interogasinya, pelaku merupakan orang yang ‘gila judi’.

Diduga hasil curian tersebut akan dipergunakan untuk bermain judi.

“Pelaku bekerja sebagai  tenaga teknisi di TKP (Tempak Kejadian Perkara), dia mencuri dengan meloncat jendela saat malam hari, lalu membobol brankas di dalam toko, dan mengambil uang senilai Rp 18 juta, kejadiannya 2 Januari 2018”

“Uangnya masih utuh, karena keburu kami tangkap. Dari keterangan yang kami dapat, dia sangat senang berjudi. pelaku kita jerat pasal 363, ancaman kurungan 9 tahun,” ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help