TribunBali/
Home »

Bali

Liputan Khusus

Dinkes Bali Sebut Sex Toy Barang Ilegal, Namun Terungkap Fakta Mengejutkan Para Pembelinya

Perdagangan sex toy atau alat bantu seks yang cukup marak di Bali ternyata belum disikapi dari segi regulasi oleh pemerintah daerah di Bali.

Dinkes Bali Sebut Sex Toy Barang Ilegal, Namun Terungkap Fakta Mengejutkan Para Pembelinya
ist/net
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Perdagangan sex toy atau alat bantu seks yang cukup marak di Bali ternyata belum disikapi dari segi regulasi oleh pemerintah daerah di Bali.

Padahal, beberapa kali lembaga seperti Bea Cukai di Bali sudah melakukan penyitaan dan kemudian pemusnahan terhadap sex toy, karena dianggap sebagai barang ilegal atau melanggar aturan kepabeanan dan cukai.

Secara umum, dalam promosi penjualan sex toy yang bisa dijumpai di toko online, termasuk di Bali, disebutkan bahwa barang-barang itu berasal dari luar negeri alias diimpor.

“Kami tidak memiliki kewenangan untuk urusan sex toy apalagi perdagangannya. Sebab, barang tersebut ilegal dan dilarang dijual,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali, I Ketut Suarjaya, kepada Tribun Bali pada Senin (12/2).

Suarjaya hanya menyoroti sex toy dari sisi kesehatan. Ia menyarankan agar pengguna sex toy berhati-hati terhadap alat tersebut, karena bisa berdampak terhadap kesehatan vagina (untuk perempuan) dan penis (untuk laki-laki).

"Karena barang itu bukan alat medis, ya kami tidak menangani hal itu. Tapi kalau ditanya apakah itu higienis? Ya tidak higienis. Karena yang namanya alat bantu seks itu kan bisa digunakan berkali-kali, apalagi kalau sterilisasinya tidak bagus," kata Suarjaya, yang tidak menganjurkan masyarakat untuk menggunakan alat bantu seks.

Sementara itu, psikolog forensik, Caecilia Nirlaksita mengatakan, kendati penggunaan sex toy bukan hal asing lagi di masyarakat modern, namun dia mengingatkan agar ada regulasi untuk perdagangan alat bantu seks itu.

Regulasi itu, salah-satunya adalah dengan adanya pembatasan usia pembeli atau pengguna sex toy.

“Harus ada pembatasan usia untuk pembeli sex toy. Artinya perlu dibuatkan regulasi tentang barang itu,” kata Caecilia kepada Tribun Bali ketika dimintai pendapatnya mengenai cukup maraknya bisnis sex toy di Bali.

Di Belanda atau di negara-negara Barat lainnya yang lebih liberal dalam menyikapi urusan sex toy, kata Caecilia, ada regulasi terhadap perdagangan barang itu. 

Halaman
123
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help