TribunBali/
Home »

Bali

Ini Rincian Rencana Induk dan Pengembangan Pelabuhan Benoa Hingga 2036

Hal itu disampaikan dalam konsultasi publik terkait Rencana Detail Tata Ruang (RDRT) dan Peraturan Zona (PZ) di Graha Sewaka Dharma

Ini Rincian Rencana Induk dan Pengembangan Pelabuhan Benoa Hingga 2036
Tribun bali/i wayan erwin widyaswara
Kondisi kawasan menuju Pelabuhan Benoa, Denpasar, bebrapa waktu lalu. Pelabuhan Benoa akan diperlebar dan dikembangkan fungsinya. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menurut perwakilan KSOP Pelabuhan Benoa, I Dewa Nyoman Sukastawa pelabuhan Benoa merupakan salah satu prasarana transportasi vital provinsi Bali.

Hal itu disampaikan dalam konsultasi publik terkait Rencana Detail Tata Ruang (RDRT) dan Peraturan Zona (PZ) di Graha Sewaka Dharma Lumintang, Denpasar, Selasa (13/2/2018).

"Pelabuhan Benoa merupakan cabang utama pelayaran penumpang dan barang dan juga pemasok BBM dan juga wisata," kata Sukastawa.

Menurutnya rencana induk dan tata setting pelabuhan terdiri seluas 58 Ha. 

Diantaranya, kargo 3.55 ha, kabin area 65 ha, pariwisata Marina 3.7 ha, perkantoran 3.6 ha. 

"Ada terminal penumpang 5.6 ha. Terminal peti kemas 2.63 ha. Terminal curah cair dan gas 4.7 ha, fasilitas umum 3.9 ha, indsutri 23.2 ha, serta jalan 2.4 ha," katanya.

Sedangkan detail rencana pengembangan sampai tahun 2036 yaitu perdagangan 25 ha, terminal curah cair dan gas 22 ha, kapal udara 1.8 ha. 

Terminal peti kemas 5 ha, terminal penumpang 10 ha, perkantoran 3.6 ha, kargo 1.7 ha, industri 37.1 ha serta fasilitas umum 25 ha.

 Wisata marina 13.3 ha, jalan 13.5 ha, serta rencana pengembangan bisnis 0.7 ha. (*)

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help