TribunBali/

Pilkada Gianyar

Kertha-Maha 'Nomor 1' di Pilkada Gianyar, Cok Ibah: Nomor Bukan Penentu Kemenangan

Meski Agus masih terlihat menyunggingkan senyum, namun senyum tersebut tampak kaku dan bergetar

Kertha-Maha 'Nomor 1' di Pilkada Gianyar, Cok Ibah: Nomor Bukan Penentu Kemenangan
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Paket Kertha Maha dan Paket Aman memperlihatkan nomer urut yang didapatkan dalam Pilkada Gianyar 2018, di Bale Budaya, Gianyar, Selasa (13/2) 

“Ini urusan teknis, satu jalur itu adalah kebijakan, dengan program penganggaran dari Provinsi saat Pak Koster jadi Gubernur, dan kami sebagai kepala daerah di Gianyar. Untuk mengasih tahu para audiens (masyarakat Gianyar) soal ini, kita hanya perlu waktu saja,” ujar Mahayastra.

Namun demikian, Mahayastra tidak memandang remeh nomor urut 2 yang diterimanya.

Sebab, bercermin dari Pilkada Gianyar sebelumnya, saat dia mendampingi Anak Agung Gde Agung Bharata di Pilkada Gianyar periode 2013-2018, dengan nomor urut dua, ia bisa meraih suara 70 persen.

“Pemilihan sebelumnya kami juga nomor urut 2, tapi saat itu bisa menang dengan 70 persen suara. Semoga hoki lima tahun lalu bisa terulang kembali,” harapnya.

Cabup Gianyar dari KGB, Tjokorda Raka Kerthyasa menilai, mendapatkan nomor urut 1 maupun 2, bukanlah sesuatu yang harus dibesar-besarkan.

Namun yang terpenting mencapai kemenangan, supaya bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat di Gianyar.

Selain itu, dia sendiri tidak memiliki makna yang berarti untuk nomer 1.

“Ya, artinya ya kita nomor satu. Inikan masalah teknis, kalau dikaitkan secara misterius ya sah-sah saja. Tapi yang terpenting, bagaimana kita memperjuangkan aspirasi masyarakat, untuk mencapai kemenangan,” ujarnya.

Menurut Cok Ibah, sapaannya, nomor urut bukanlah suatu material penentu kemenangan.

Karena itu, pihaknya tidak mau membanggakan nomor tersebut.

“Bagi saya pribadi tidak begitu intres, nomer 1, nomer 2 itu masalah teknis sebenarnya,” ujarnya.(*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help