Putu Sudiasa Ditebas Berkali-kali di Depan Bali Tropic Oleh Pria Ini, Selamat Berkat Aksi Sekuriti

"Ia dikejar pelaku dan disabet lima kali. Pas di depan Bali Tropic, ia ditebas lagi tapi ditangkis dengan tangan kanannya.

Putu Sudiasa Ditebas Berkali-kali di Depan Bali Tropic Oleh Pria Ini, Selamat Berkat Aksi Sekuriti
Istimewa
Korban penganiayaan saat dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Kesal selalu dijanjikan pekerjaan namun tak kunjung terealisasi, Nyoman Mindra (50) tega menganiaya I Gede Putu Sudiasa (35).

Penganiayaan terjadi ketika keduanya dalam satu mobil menuju Bali Jet Zet Water Sport Tanjung Benoa, Senin (12/2).

Awalnya Mindra mengajak temannya bertemu di hotel Nusa Dua Beach pukul 08.00 Wita.

Menggunakan mobil Karimun bernopol DK 1479 GQ milik korban, keduanya menuju Bali Jet Zet Water Sport Tanjung Benoa untuk meminta pekerjaan.

Di perjalanan menuju Tanjung Benoa, pelaku sempat berkata: 'ah, kamu bohongin saya'. Kemudian korban ditampar sebanyak dua kali.

Kanit Reskrim Polsek Kuta Selatan, Iptu HA Muh Nurul Yaqin menuturkan, saat sampai di Hotel Bali Tropic di Jalan Pratama, Nusa Dua, pelaku mengeluarkan sabit dan menebas kepala korban.

Karena kesakitan, korban turun dari mobil dan lari sejauh 70 meter. Pelaku terus mengejar korban.

"Ia dikejar pelaku dan disabet lima kali. Pas di depan Bali Tropic, ia ditebas lagi tapi ditangkis dengan tangan kanannya. Nah, kenalah punggung tangannya," ujar Iptu Yaqin didampingi Kapolsek Kuta Selatan, Kompol Nengah Patrem.

Penganiayaan itu dilihat sekuriti sekitar TKP. Karena perkelahian tidak berhenti, sekuriti mengambil kayu memukul tangan pelaku hingga sabitnya terjatuh. Pelaku akhirnya ditangkap. Sementara, korban dilarikan ke Rumah Sakit BIMC Nusa Dua.

Korban asal Penebel, Tabanan itu mengalami luka tebas di atas telinga kiri, punggung, dan tangan.

"Dari hasil interograsi terhadap pelaku, ia mengaku sakit hati karena sering dijanjikan pekerjaan, tapi tidak ada kepastian dan diulur-ulur terus," imbuh Iptu Yaqin.

Yaqin menambahkan, pelaku tidak melakukan perlawanan saat ditangkap. Pelaku mengakui tindakan penganiayaan terhadap rekannya itu karena emosi. (*)

Penulis: Widyartha Suryawan
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help