Babak Baru Insiden Terbakarnya Gedung Pemprov Bali, Polisi Kini Periksa Enam Saksi

Pasca terbakarnya Gedung Unit V Kantor Gubernur Bali, kini polisi memeriksa sebanyak enam orang saksi untuk menemukan kejelasan

Babak Baru Insiden Terbakarnya Gedung Pemprov Bali, Polisi Kini Periksa Enam Saksi
Tribun Bali/Fauzan Al Jundi
Pihak Kepolisian melalui Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) saat melakukan olah TKP di Gedung Unit V Kantpr Gubernur Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pasca terbakarnya Gedung Unit V Kantor Gubernur Bali, kini polisi memeriksa sebanyak enam orang saksi untuk menemukan kejelasan dari insiden kebakaran, Kamis (15/2/2018).

Keenam orang saksi yang sedang diperiksa polisi merupakan staf pemerintahan Kantor Gubernur Bali yang pada saat kejadian mengetahui kejadian tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Wayan Arta Ariawan mengungkapkan, pihaknya masih mendalami kejadian tersebut dengan memeriksa keterangan dari saksi dan barang bukti yang ada di lokasi kejadian.

"Sementara ada enam saksi yang kita intrograsi, saksi itu dari staf Kantor Gubernur dan termasuk pak Karo Pemerintahaan nanti juga menjelaskan," kata Kompol Wayan Arta Ariawan kepada Tribun Bali.

Kondisi gedung V di Pemprov Bali pagi ini, Kamis (14/2/2018) usai terbakar semalam
Kondisi gedung V di Pemprov Bali pagi ini, Kamis (14/2/2018) usai terbakar semalam (Tribun Bali / Putu Supartika)

Dari hasil intrograsi, polisi menemukan kronologi awal kejadian kebakaran di Gedung Unit V Kantor Gubernur.

Informasi yang diterima yakni api pertama kali muncul dari lantai dua, di mana saksi melihat asap dari lantai dua bagian Utara.

"Keterangan awal dari saksi, setelah selesai acara sore itu saksi naik ke lantai tiga dan disana ada teriakan bahwa ada asap kemudian saksi turun ke lantai dua disana melihat asap diruangan paling utara," pungkasnya.

Mendapati adanya asap dibagian Utara lantai dua, saksi segera mendobrak pintu untuk melakukan antisipasi memadamkan api.

Ternyata asapnya terlalu besar dan ia segera meminta bantuan ke bawah memanggil sekuriti untuk dilakukan penanganan pemadam api.

"Saksi membuka ruangan niat untuk melakukan pemadaman, namun setelah didobrak pintunya asap agak tebal dan mengurungkan niatnya dan melaporkan ke sekuriti, dan setelah kembali ternyata asap dari lantai dua dan tiga sudah tebal," jelasnya.

Sampai saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk menemukan bukti-bukti lainnya dan untuk mengetahui penyebab kebakaran akan dilakukan olah TKP kembali oleh pihak Labfor Polri Cabang Denpasar.(*)

Penulis: Fauzan Al Jundi
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved