Status Siaga Tak Berpengaruh, Okupansi Hanya 30 Persen

Luas jarak KRB saat awal mencapai 12 Km, dan salah satu yang masuk dalam KRB ini adalah Tulamben

Status Siaga Tak Berpengaruh, Okupansi Hanya 30 Persen
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Masih Sepi-Terlihat 2 orang wisman melakukan diving di Tulamben Beach 

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM- Sejak penetapan status Awas Gunung Agung pada September 2017, pemerintah melalui Kementerian ESDM dan PVMBG menetapkan kawasan rawan bencana (KRB) yang dibagi menjadi KRBI hingga KRBIII.

Luas jarak KRB saat awal mencapai 12 Km, dan salah satu yang masuk dalam KRB ini adalah Tulamben. Begitu penetapan status Awas warga kocar-kacir lari menuju ke tempat yang lebih aman, begitu juga wisatawan yang pergi meninggalkan Bali.

Sontak wisatawan mancanegara (wisman) yang berada di Tulamben pergi dari penginapan untuk menghindari ancaman bahaya Gunung Agung. Hal ini diceritakan oleh Sita Marlina, Manager Ocean View Tulamben Dive and Resort.

“Harusnya okupansi kami full sampai akhir Oktober 2017. Namun ketika dinyatakan Awas semua panik, akhirnya saya berusaha menenangkan tamu di sini,” jelasnya, Jumat (16/2) di Tulamben, Karangasem.

Hal ini pun sangat memengaruhi bisnis pariwisata di Tulamben, mengingat wisman Eropa sangat sensitif dan wisman China tidak datang karena travel warning.

Apalagi komposisi tamu di tempatnya diisi 60 persen wisman Eropa, 30 persen wisman China, dan sisanya Australia. Lanjutnya, okupansi pada September 2017 mencapai 90 persen, Oktober tutup dan okupansi nol persen, November 60 persen, Desember nol persen, Januari 2018 30 persen, Februari 40 persen.

“Penurunan okupansi sejak pertama kali dinyatakan Awas. Mulai september, tapi kami close total Oktober, dan November kami coba buka 1 bulan. November okupansi sekitar 60 persen saja. Kemudian Desember kembali dinyatakan status Awas, jadi kembali tutup sampai akhir Januari baru buka lagi,” sebutnya.

Tak banyak penginapan dan dive yang buka di Tulamben hingga saat ini, bahkan setelah status Awas diganti Siaga (level III) pada awal Februari 2018 lalu oleh Kementerian ESDM.

Menurutnya, dari 15 akomodasi wisata dan dive di Tulamben, baru 4 sampai 5 akomodasi saja yang beroperasi. Seperti Ocean View, Liberty Dive Resort, dan beberapa lainnya.

“Awalnya kami buka siang saja sampai jam 5 sore, lalu kemudian kami coba buka akomodasinya,” ujarnya.

Halaman
12
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved