Tembak Ikan Besar, Kostadin Kembali Menyelam di Batu Melawang Namun Hingga Kini Tak Muncul

Pihak kepolisian dan Basarnas terus mencari keberadaan korban dan hingga pukul 18.00 Wita kemarin, korban belum ditemukan.

Tembak Ikan Besar, Kostadin Kembali Menyelam di Batu Melawang Namun Hingga Kini Tak  Muncul
Grafis Tribun Bali
Personel dari Polair dan Polsek Nusa Penida/Lembongan melakukan pencarian terhadap Kostadin Kanavrov (40), warga negara Bulagria, dilaporkan hilang saat menyelam memanah ikan (spear fishing) di Perairan Batu Melawang, Pulau Ceningan, Nusa Penida, Kamis (15/2/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Kostadin Kanavrov (40), warga negara Bulagria, dilaporkan hilang saat melakukan aktivitas memanah ikan (spear fishing) di Perairan Batu Melawang, Pulau Ceningan, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, Kamis (15/2/2018). 

Pihak kepolisian dan Basarnas terus mencari keberadaan korban dan hingga pukul 18.00 Wita kemarin, korban belum ditemukan.

Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Suastika mengungkapkan, kejadian tersebut berlangsung pada Kamis (15/2/2018) pagi. 

Berawal ketika tiga wisatawan asal Bulgaria, Leyben Lovchev (42), Kostadin Zdravkov Kanavrov (41) dan Hristanov (26) melakukan aktivitas memanah ikan (spear fishing) di Perairan Batu Melawang. 

Persisnya, spear fishing itu dilakukan di selatan Pulau Ceningan. Mereka ditemani seorang kapten kapal bernama I Ketut Wiarda, warga Desa Nusa Lembongan.

Ketiganya mulai menyelam sekitar pukul 07.15 Wita.

Tidak lama berselang atau sekitar pukul 07.45 Wita, ketiga WNA asal Bulgaria tersebut kembali ke permukaan dengan membawa seekor ikan berukuran besar.

Tidak puas dengan hasil itu, sekitar pukul 08.00 Wita korban (Kostadin) kembali menyelam untuk memanah ikan, bersama dengan Leyben Lovchev. Sedangkan rekan lainnya, Hristanov, memilih beristirahat di atas boat. 

" Sekitar pukul 09.15 Wita, keduanya sebenarnya kembali lagi ke permukaan. Tapi hanya sesaat berada di permukaan, beberapa menit kemudian korban kembali menyelam. Kali ini seorang diri," jelas Ketut Suastika.

Setelah sekian lama, saat ditunggu-tunggu, Kostadin tak kunjung kembali ke permukaan. Hal ini pun membuat rekan-rekannya panik. Mereka lalu berusaha mencari rekannya yang hilang tersebut di sekitar lokasi korban melakukan aktivitas spear fishing.

Halaman
123
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help