Melarat di Pulau Surga

Dadong Sukranis Hidup Sebatangkara, Menggantungkan Hidup dari Porosan

Hidup di bawah garis kemiskinan sekalipun nyatanya tidak serta merta membuatnya mendapat uluran tangan dari pemerintah.

Dadong Sukranis Hidup Sebatangkara, Menggantungkan Hidup dari Porosan
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Dadong Sukranis (82) duduk saat ditemui di rumahnya, Banjar Dinas Kelod Kauh, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Jumat (2/3/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Usia Dadong Sukranis menginjak 82 tahun.

Di senjakalanya, tak ada yang mengurus.

Ia hidup sebatangkara di sebuah rumah tua yang rusak di Banjar Dinas Kelod Kauh, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali.

Tubuhnya kian ringkih, tenaganya melemah, kemampuan panca indra pun menurun.

Dengan kondisi tersebut, Dadong Sukranis mencoba bertahan hidup.

Hidup di bawah garis kemiskinan sekalipun nyatanya tidak serta merta membuatnya mendapat uluran tangan dari pemerintah.

Cobaan ini harus ia rasakan selama puluhan tahun lamanya.

Dadong Sukranis tinggal di sebuah gubuk berukuran sekitar 4×2 meter yang merupakan warisan dari almarhum ayahnya. 

Di dalam gubuk tersebut, hanya terdapat sebuah tungku api, dan sebuah meja yang terbuat dari bahan bambu.

Di meja itu perempuan malang ini merebahkan tubuhnya.

Halaman
123
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help