Mantan Istri Tommy Soeharto Geluti Bisnis Baru Bernilai Fantastis di Singapura

Pasca bercerai dengan Tommy Soeharto pada 2006, Tata memilih tinggal di Singapura dan menjalani sejumlah bisnis

Mantan Istri Tommy Soeharto Geluti Bisnis Baru Bernilai Fantastis di Singapura
Instagram
Ardhia Paramesti Ragita Cahyani alias Tata, mantan istri Tommy Soeharto 

TRIBUN-BALI.COM - Belakangan ini, kehidupan sosok Tommy Soeharto tengah menjadi sorotan.

Setelah lama menghilang tak ada kabarnya, sosoknya kembali mencuat diperbincangkan publik.

Hal ini terjadi setelah sosoknya kembali disorot karena menjadi pimpinan Partai Berkarya.

 
Tak hanya eksis saja, Partai Berkarya bahkan menjadi satu dari empat partai politik (parpol) pendatang baru yang resmi menjadi peserta Pemilu 2019.

Pada pengundian dan penetapan nomor urut peserta pemilu yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU), Minggu (18/2/2018) malam, partai besutan Tommy Soeharto itu mendapat nomor urut 7.

Tak hanya kehidupan Tommy Soeharto saja yang jadi sorotan, sosok mantan istrinya Raden Ayu Ardhia Pramesti Regita Cahyani Soerjosoebandono (Tata) pun mendadak ikut jadi sorotan publik.

Hal ini terjadi setelah netizen mulai mengulik tentang aktivitas Tata yang dulu pernah dituding oleh Tommy Soeharto melarikan uangnya senilai Rp 100 miliar lebih.

Seperti diketahui, beberapa tahun silam Tata berseteru dengan Tommy Soeharto saat keduanya menjalani proses sidang cerai.

Perseteruan rumah tangga Hutomo Mandala Putra dan RA Ardhia Pramesti Regita Cahyani Soerjosoebandono tidak berakhir dengan perceraian saja.

Kisruh hak asuh anak dibawa hingga tingkat kasasi, bahkan Tommy menuding bahwa mantan istrinya itu melarikan uangnya.

Tommy Soeharto tak hanya kukuh menuntut hak asuh kedua anaknya.

Melalui kuasa hukumnya, anak bungsu mantan presiden RI Soeharto itu mengklaim bahwa uang Rp 100 miliar miliknya dilarikan oleh Tata.

Di depan para wartawan, pada tahun 2017 silam di Jakarta, kuasa hukum Tommy mengungkapkan fakta tersebut.

Seperti dituturkan oleh Tommy, kata H Salim Muhammad, SH, salah satu kuasa hukumnya, uang tersebut diserahkan kepada Tata untuk memenuhi kebutuhan kedua anaknya sebelum Tommy menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan.

Namun, uang itu raib tanpa bekas, dibawa lari oleh Tata, tanpa sepengetahuan Tommy.

Salim tidak bersedia merinci status uang tersebut dan apakah uang itu disimpan dalam bentuk rekening atau tunai.

Sejak masuk bui, lanjut Salim, Tata tak hanya meninggalkan Tommy, tapi juga menjauhkan anak-anaknya dari bapak mereka.

Bahkan, Tata dinilai mengorbankan sekolah kedua anaknya tanpa meminta izin dan pertimbangan Tommy, yang waktu itu masih bersatatus suaminya.

Alasan inilah yang mendorong Tommy dan Keluarga Cendana untuk terus menuntut hak asuh atas kedua anak itu.

Menurut kuasa hukumnya, Tommy sudah berikhtiar untuk mengetahui keberadaan anak-anaknya.

Namun, mereka selalu gagal untuk bisa bertemu kedua anaknya yang kabarnya sekarang tinggal di Singapura.

Lama tak terdengar kabarnya, Tata kini hidup bak sosialita yang glamor.

Tak hanya kehidupan asmaranya yang kini tiba-tiba jadi sorotan, bisnis yang ia jalani rupanya pernah diliput majalah ternama.

Pasca bercerai dengan Tommy Soeharto pada 2006, Tata memilih tinggal di Singapura dan menjalani sejumlah bisnis.

Dikutip dari money.id, selain menjadi orangtua tunggal untuk kedua anaknya, Tata kini dipandang sebagai sosialita kelas atas.

Sosoknya dipandang sebagai salah satu 'warga kelas elite' karena beberapa kali dia diundang menjadi pembicara untuk acara fashion.

Wajah cantiknya dan sepenggal cerita perjalanan bisnisnya pun sempat dibahas di majalah Singapura, Icon Magazine.

Melansir dari Icon Magazine, terkait bisnisnya saat ini Tata mengaku memiliki perusahaan bernama Fine Art International.

Perusahaan itu menjalankan bisnis di bidang seni.

"Inti dari kesuksesan bisnis ini adalah membangun komunitas dengan banyak kolaborasi dan mengeksplor, termasuk dengan artis, (seputar) fashion, movie director, dan produser," jelas Tata.

Tak hanya satu bisnis saja, dalam wawancaranya dengan Majalah Clara pada 2011, wanita berdarah Jawa Tengah mengaku tengah merintis bisnis di bidang private luxury retail.

Sosok lulusan Jurusan Pertamanan Universitas New South Wales, Sydney, Australia ini mengaku usaha yang dirintis bersama teman lamanya itu ternyata dimulai coba-coba.

"Kami menamainya Diamond's Addiction. Usaha kami seperti menjembatani niche brand yang ingin masuk ke pasar di Asia. Beberapa brand yang kami hadirkan lebih banyak fine jewelry dan fashion," kata Tata seperti dikutip dalam Majalah Clara via Issuu.com, Rabu 4 Mei 2016 silam.

Dalam laman Indonesian Tatler, Diamond Addiction merupakan payung dari beberapa merek berlian terbaik di dunia, seperti Scarselli Diamonds dari New York dan Noah Barcelona dari Spanyol.

Boleh dikatakan, Diamond Addiction fokus penjualannya pada batu permata berwarna.

"Kami memasarkannya dengan menggelar private viewing untuk kalangan terbatas.  Kami mengundang klien sesuai dengan profile brand-nya," jelas Tata.

Melihat dari katalog yang ditawarakannya, usaha sosok Tata ini bisa dibilang bukan main-main lagi.

Rekor salah satu anak perusahannnya yakni Scarselli misalnya.

Scarselli pernah menjual koleksi berlian "Olympia" yang teramat langka.

Set ini sendiri terdiri dari lima berlian spektakuler, masing-masing dengan contoh warna dan ikon yang berbeda dari inovasi pemotongan berlian akhir abad ke-20.

Slah satu yang jadi sorotan dari 5 berlian tersebut adalah si "Naga Emas".

Berlian berkilau kuning yang menakjubkan ini memiliki kualitas lebih dari 90 karat, dan berukuran terbesar dari setnya

Kualitas berlian Scarselli yang begitu memukau ini juga disertifikasi oleh Gemological Institute of America.

(Tribunnews.com/ Bobby Wiratama)

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved