Serba Serbi

Kisah Seorang Tamatan SD Kalahkan Seorang Professor ‘Di Atas Langit, Masih Ada Langit’

Kisah ini mungkin bisa kita petik dan menjadi sebuah pelajaran bagi kita semua, bahwa di atas langit masih ada langit.

Kisah Seorang Tamatan SD Kalahkan Seorang Professor ‘Di Atas Langit, Masih Ada Langit’
Tribun Bali / I Nyoman Mahayasa
Bayi yang dibuang di Dusun/Desa Cau Belayu mendapatkan perawatan di ruang bakung, BRSUD Tabanan, Bali (7/3/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kisah ini mungkin bisa kita petik dan menjadi sebuah pelajaran bagi kita semua, bahwa di atas langit masih ada langit. 

Seberapapun pandainya kita, pasti ada kekurangan yang kita miliki. 

Seperti kisah yang dikatakan oleh Dingding Haerudin, Dosen Pendidikan Bahasa dan Budaya Sunda, Universitas Pendidikan Indonesia ketika ia menjadi pemateri Seminar Nasional di Pascasarjana IHDN Denpasar, Rabu (6/3/2018) berikut ini.

Baca: Ibarat Kupu-Kupu Itulah Cinta, Semakin Dikejar Semakin Ia Menjauh

Ada seorang profesor yang pandai akan melakukan sebuah penelitian ke suatu desa yang terpencil.

Ketika akan memasuki desa tersebut, ia melewati sebuah sungai yang airnya deras dan dalam. 

Baca: Cinta Pertama, Ibu akan Hidup Selamanya dalam Diri Kita

Sementara, jalan untuk menuju desa tersebut hanya dengan cara menyeberangi sungai itu.

Baca: Lontar Aji Saraswati Merapu-Merbabu : Makna Filosofis Kepada Yang Menghamba Kebenaran Sejati

Maka sang professor menyewa sebuah kapal kecil yang dikemudikan oleh seorang pemuda desa.

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help