Serba Serbi

Mistis Rektor IKIP PGRI Bali Lihat 'Sesuatu' Berjalan Di Sangeh, Disuruh Hitung Mahasiswanya

Saat shooting terakhir di Sangeh hingga tengah malam saat mahasiswanya ikut berperan menjadi leak jadi-jadian.

Mistis Rektor IKIP PGRI Bali Lihat 'Sesuatu' Berjalan Di Sangeh, Disuruh Hitung Mahasiswanya
Tribun Bali / Putu Supartika
Konferensi pers film Nyungsang bergenre horor khas Bali dari Gases Bali Visual Film bekerjasama dengan IKIP PGRI Bali Kamis (8/3/2018) pagi di IKIP PGRI Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - 'Aku bukan DIRIMU dan tidak sepertimu sesuatu TERJADI TANPA AKU SADARI, kuceritakan dan SIAP DENGAN RESIKONYA KARENA... bahagia, Sedih dan Frustasi... adalah NERAKA BAGIKU'

Itulah hal pertama yang akan kita lihat di spanduk maupun banner ketika memasuki ruang paseban IKIP PGRI Bali

Hari ini, Kamis (8/3/2018) pagi dilaksanakan acara konferensi pers film Nyungsang bergenre horor khas Bali dari Gases Bali Visual Film bekerjasama dengan IKIP PGRI Bali.

Film ini disutradarai dan diproduseri oleh Komang Indra Wirawan atau Komang Gases.

Menurut Rektor IKIP PGRI Bali, I Made Suarta yang juga menjadi salah satu pemeran dalam film ini, dirinya merasa tegang saat shoting, sehingga harus dilakukan berulang-ulang. 

"Banyak hal yang dirasakan melalui pengamatan saya, seperti melihat sesuatu yang berjalan. Saya panggil; nyen to?" Kata Suarta.

Apalagi saat shooting terakhir di Sangeh hingga tengah malam saat mahasiswanya ikut berperan menjadi leak jadi-jadian. 

"Saya suruh ngitung dulu mahasiswa saya yang ikut menjadi leak jadi-jadian biar tidak nanti malah lebih. Shootingnya ini jelas menantang resiko. Dan saya sampai merinding saat itu," imbuhnya.

Suarta mengatakan film ini berbasis budaya daerah yang akan memperkaya khasanah budaya nasional. 

"Bali yang kecil punya beragam budaya yang tidak habis dikupas diteliti dan diangkat," katanya.

Ia juga mengatakan sekarang kebanyakan masyarakat suka dunia lucu dan seram. 

"Ketika serius menceritakan, kiap penontonnya satu persatu pergi. Ketika lucu jadi rame. Serem itu juga disukai walaupun beresiko. Penonton mulai suka apa-apa yang beresiko dan seram," ucapnya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help