Dihadapan SBY, Jokowi Sebut Dirinya Seorang Demokrat, Bukan Pemimpin Seperti Ini

Presiden Joko Widodo‎ menyebut dirinya bukanlah pemimpin yang otoriter, melainkan seorang demokrat.

Dihadapan SBY, Jokowi Sebut Dirinya Seorang Demokrat, Bukan Pemimpin Seperti Ini
SETPRES
Pertemuan Presiden Jokowi dan SBY di Istana Merdeka, Sabtu (28/10/2017). 

TRIBUN-BALI.COM, BOGOR - ‎Presiden Joko Widodo‎ menyebut dirinya bukanlah pemimpin yang otoriter, melainkan seorang demokrat.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan dalam ‎Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu, (10/3/2018).

"Saya ini seorang demokrat, ciri-ciri demokrat kan bisa jadi pendengar yang baik, yang hargai pendapat orang lain, yang hargai perbedaan tanpa jadikan sumber permusuhan," ujar Jokowi.

"Artinya, saya dan Pak SBY ini beda-beda tipis banget, kalau saya seorang demokrat, kalau Pak SBY tambah satu, Ketua Partai Demokrat, jadi tipis sekali," tambah Jokowi.

Sebagai seorang demokrat, maka mantan Walikota Solo itu terkadang merasa heran, ketika dinilai sebagai pemimpin yang otoriter oleh sebagian pihak dan disebar melalui media sosial.

"Saya heran, kalau tidak gagah di sosmed (sosial media), Agustus 2017 lalu, saya baca, disampaikan bahwa saya adalah pemimpin otoriter, ya saya heran saja," ujar Jokowi.

‎Menurut Jokowi, tampilan dirinya sebagai pemimpin negara tidak mencerminkan seorang presiden yang memiliki sikap otoriter.

"Kenapa kok dibilang otoriter? Menurut saya, enggak ada potongan sama sekali pimpinan otoriter, penampilan saya kan juga tidak sangar, kemana-mana selalu tersenyum, makanya saya berani bilang saya bukan pempin otoriter," papar Jokowi disambut tawa dan tepuk tangan para kader Partai Demokrat. (*) 


Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved