Gaji PNS dan Polri Naik, Komjen Pol Syafruddin Ancam Kalau Masih Pungli Dijebloskan ke Sel

Menurut pria kelahiran 12 April 1961 di Makassar tersebut, dengan adanya kenaikan gaji maka akan sangat berdampak besar bagi para anggota Polri

Gaji PNS dan Polri Naik, Komjen Pol Syafruddin Ancam Kalau Masih Pungli Dijebloskan ke Sel
KOMPAS IMAGES
Wakapolri Komjen Pol Syafruddin 

TRIBUN-BALI.COM - Terkait wacana kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS), TNI, dan Polri, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komisaris Jenderal Syafruddin angkat suara.

Ia menyambut baik hal tersebut, demi menghindari pungutan liar (pungli) yang masih kerap ditemui.

Wakapolri Komjen Syafruddin mengungkapkan kenaikan gaji bisa meminimalisir kemungkinan praktek pungli yang dilakukan aparat.

 
“Bagus supaya anak buah saya tidak pungli kalau gajinya naik,” kara Syafruddin.

Menurut pria kelahiran 12 April 1961 di Makassar tersebut, dengan adanya kenaikan gaji maka akan sangat berdampak besar bagi para anggota Polri dan tidak lagi melakukan pungli.

Pasalnya pungli terjadi karena saat ini polisi menerima gaji yang terbilang cukup rendah.

Namun meskipun demikian, Syafruddin mengungkapkan bahwa pungli di kalangan instansinya sudah banyak berkurang.

Hal ini disebabkan karena adanya sanksi berat kepada aparat yang kepergok melakukan pungutan liar.

“Kalau dulunya hanya (sanksi) disiplin, sekarang sel (di penjara),” tambahnya lebih lanjut.

Terkait wacana kenaikan gaji PNS, hal tersebut masih dalam penggodokan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Halaman
123
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved